oleh

Pasca Pemilu Serentak 2019, KPU Pulau Taliabu Gelar Evaluasi Kampanye

BOBONG – Untuk melakukan evaluasi atas semua proses politik yang telah usai dilakukan beberapa waktu lalu khususnya Pilkada maupun Pemilihan Legislatif.  Dimana,  Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Pulau Taliabu bersama Badan Pengawas Pemilu Bawaslu (Bawaslu) Pulau Taliabu serta  Partai Politik melalukan tatap muka terkait  evaluasi fasilitas kampanye yang telah di laksanakan pada 17 April 2019 lalu.

Koordinator Devisi (Kordiv), Sumberdaya Manusia, sosialisasi dan partisipasi masyarakat, KPU Pulau Taliabu, Basri Deba ,senin (22/07) kepada awak media mengatakan, tujuan dari evaluasi adalah kaitanya dengan seluruh tahapan pelaksanaan politik di tahun 2019. Termasuk , apakah itu sudah sesuai dengan yang dilaksanakan oleh Juknis maupun PKPU 23, 28 apakah ada pihak-pihak yang di rugikan atau tidak.

Kata Basri,  langkah inipula dilalukan agar kedepan di tahun 2024 jangan ada lagi pihak-pihak yang dirugikan. Sebab dipastikan nanti ada regulasi-regulasi yang memang akan dibuat, sehingga bagi partai politik  tidak disulitka karena kemarin dengan aturan yang ada, bagi KPU selaku penyelenggara agak sedikit panjang prosedurnya.

“Jadi bukan hanya KPU tapi, pihak penyelenggara pemilu yang memang pengawasannya yang memang kami kerepotan,” ujarnya.

Terkait dengan rekomendasi dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh KPU, lanjut Basri,  nantinya nanti akan formulasikan dengan anggota KPU secara internal. Namu, disatu sisi untuk APK agar tidak lagi dibatasi termasuk ukuran APK itu sendiri.

” Pada intinya kami akan bicarakan semua ini dengan teman-teman KPU,  yang jelas tadi saya menangkap bahwa terkait jumlah APK jangan dibatasi. Kemudian, ukuran APK juga jangan dibatasi, kalau bisa usulan dari peserta pemilu itu jangan dibatasi cuma peserta Pemil. Tetapi sebagai calon juga dibebaskan untuk memasang APK”, katanya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Pulau Taliabu, Adidas La Tea mengatakan, ada beberapa hal yang memang menjadi rekomendasi Bawaslu Pulau Taliabu karena memang evaluasi APK kedepan oleh KPU yang pertama soal desainnya, dengan harapan desain APK kedepan itu regulasinya lebih di teknis lagi sehingga, Parpol juga tidak terlalu di sibukkan dengan APK saja karena masih ada hal-hal lain yang harus di lakukan oleh Parpol.

“Baik kampenye terbatas terbuka dan kampanye rapat umum, kalau mengaju kepada pemilu kemarin, Kampanye terbatas dan tatap muka kami berkespulan belum maksimal yang di lakukan oleh peserta pemilu ,karena kampanye ini bukan saja soal menjual visi misi dan program Parpol saja , tapi bagaimana juga Parpol memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat,” tutupnya .(As)

Komentar