oleh

Pekerjaan Air Bersih Desa Ngute-Ngute Sesuai Prosedur dan Mengacu Pada APBDS

HALSEL, Lintasmalut.net – Terkait dengan berita yang dirilis Media Lintas Malut, edisi senin (17/12/2018 dengan judul berita “Kades Muin Sunat Dana Air Bersi Desa Ngute-ngute, bahwa Kepala Desa Ngute-ngute, Kecamatan Kayoa Selatan (Kalsel) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Muin Abdurahim, mengklatifikasi/atau melakukan hak jawab mengacu pada Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 dalam pasal 1, pasal 5, pasal 11, dan pasal 15 tentang hak jawab.

Kepala Desa Ngute-ngute, Muin Abdurahim, kepada Lintas Malut, senin malam (18/12/2018) pukul, 2:30 WIT, mengatakan, proyek air bersih total anggaran sebesar Rp.217 juta itu benar tetapi menurutnya selaku Pengguna Anggaran (PA) itu pekerjaan sesuai dengan prosudur,

“kita merujuk pada Anggaran Pendapata dan Belanja Desa (APBDS) berapa besaran anggaranya harus sesuai, dalam item pekerjaan, memang benar tidak ada pengadaan mesin, karena mesin tersebut merupakan bantuan Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel 2009 lalu namun dibiarkan begitu saja,”jelasnya.

Sementara itu kata Kades, air bersih terpaksa dihubungkan dengan meteran PLN, kemudian selaku Kepala Desa saya mengambil kebijakan, dari pada Mesin itu dibiarkan berarti tidak ada fungsi, maka Mesin tersebut kita ambil alih untuk diaktifkan kembali, ketika lampu PLN padam kita bisa gunakan untuk menghidupkan air untuk melayani masyarakat, secara umum,”tutur Muin.

Selain itu Soal upah tukang sempat dirilis juga Media Linta Malut, bahwa sesungguhnya itu bukan persoalan Kepala Desa atau Pemirintah Desa melakukan pemotongan tetapi permintaan dari tukang sendiri,” ujar Muin sembari mengutip kata tukang, Yusri Bangkulu, “sewa tukang saya hanya ambil setengan dan setengahnya untuk kita konsumsi/ongkos kerja, seprti roko, gula, kopi dan lain-lain,” kata Muin.

Lanjut Kades, untuk pipa air memang apa yang disampaikan di Media Lintas Malut itu benar namun kita bukan cuma memakai pipa bekas saja, sebab sudah ada jaringan awal makanya kita lakukan penambahan, agar semua rumah itu bisa terjangkau dan terlayani baik, serta menghemat Dana Desa.

Kalau proyek yang dimaksud 2009 kata Muin, “itu hanya beberapa titik kran yang digunakan Masyarakat itu pun tidak berfungsi karena sumber air tidak memadai kita melakukan pengeboran dari anggaran yang ada serta kita bangun Tampungan air/bak air,

Dikatakanya, hasil kerja keras Pemerintah Desa atas pekerjaan pembangunan tampungan air dan penambahan pipa air bersih dan mengaktifkan kembali Mesin, saat ini semua sudah dirasakan dan dinikmati masyarakat Desa Ngute-ngute, dalam pekerjaan pun tidak ada langka yang kita lewati atas realisasi Dana Desa 40% terakhir pada 2016 sudah ada pemeriksaan Inspektorat terkait dengan pelaksanaan pekerjaan air bersi tersebut,”jelasnya.

Kepala Desa Ngute-ngute Muin Abdurahim, juga menyampaikan permintaan maaf Kepada Media Lintas Malut, atas konfirmasinya via Hand Phone dan terjadi miscommunication,

“saya minta maaf dan menghargai kinerja Pers atau Media karena munkin ada sedikit tanggapan saya yang kurang munkin pengaru perjalanan dan cuaca yang kurang bersahabat, ketika dikonfirmasi saya dalam perjalanan dari Desa Ngute-ngute ke Ternate sehingga berpengaruh pada komunikasi antara wartawan Media Lintas Malut dan saya selaku sumber,”ucap Muin (rdx)

Komentar