oleh

Pelajar SMAN 13 Depok Ajak Generasi Muda Lakukan Kegiatan Positif Untuk Jauhi Narkoba

DEPOK, Lintasmalut.net –  Pelajar Kelas XII IPS 1 SMAN 13 Kota Depok Nisa Octaviani mengatakan untuk menghindari diri dari pengaruh narkoba, pertama harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kedua, harus terbuka didalam keluarga setiap kali mengalami masalah dan jangan sampai salah dalam pergaulan serta lakukan kegiatan yang positif dalam mengisi waktu luang.

“Sebab narkoba berbahaya karena mengandung zat addictive. Sehingga berbahaya bagi remaja. Banyak remaja yang berperilaku menyimpang dan menggunakan narkoba,” tutur Nisa kepada RRI di SMAN 13 Kota Depok, Senin (12/11/2018).

Untuk menghindari hal itu, sambung Nisa, remaja harus banyak diberi penyuluhan tentang bahaya narkoba.

Hal senada juga dikatakan pelajar SMAN 13 Kota Depok lainnya Retno. Menurutnya penyebab utama pelajar dapat terjerumus terhadap narkoba karena kurang perhatian dan kasih sayang didalam keluarga.

“Sehingga mereka memilih mencari kesenangan sesaat melalui narkoba. Akibatnya pelajar jatuh kepada pergaulan yang salah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 13 Kota Depok Mamad Mahpuddin mengaku, ada beberapa siswa SMAN 13 yang berperilaku menyimpang yang dapat berpotensi terpapar narkoba.

Pihaknya mendapati, kasus pelajar berperilaku menyimpang tersebut terjadi pada anak yang kurang mendapat perhatian dari orangtua. Baik karena padatnya tugas kantor, maupun karena broken home.

“Bapaknya ada yang di kota A, ibunya di kota B. Ada juga yang tinggal bersama neneknya. Ada juga karena ortunya sibu. Kamu terlambat kenapa? Kesiangan pak. Bapak dan ibunya sudah berangkat kerja pukul 05:00 Wib pagi,” kata Mamad.

Ketika mengetahui hal itu, sekolah tidak berpangku tangan, ujar Mamad. Pihaknya melakukan pendekatan kepada orangtua, agar terjadi komunikasi yang baik antara anak dengan orangtua.

“Agar orangtua bertanggungjawab untuk melakukan pengawasa. Sepanjang anak ini mau berubah dan ortu mau lebih bertanggungjawab kita siap membantu. Tetapi kita tidak bisa memperlakukan khusus kepada mereka, karena pekerjaan kita banyak,” katanya.

Mamad mengharapkan kepedulian masyarakat untuk menegur pelajar, yang masih nongkrong larut malam, merokok, nyanyi-nyanyi dilingkungan padahal waktu belajar.

“Masyarakat juga harus punya peran, diingatkan, nak ini sudah malam, apalagi ini malam belajar. Dibubarkan dengan baik, diberi pengertian. Kalau memang mereka susah diingatkan kita catat dan kita laporkan ke petugas RT,” pungkasnya.

Sumber : rri.co.id

Komentar