oleh

Pemasangan Jaringan Estalasi Lampu di Sanana Sesuai SOP dan Prosudur PT.PLN

Kepala PT. PLN Persero Ranting Sanan. Yodhy Ayuda Wiwaha 

SANANA, Lintasmalut.net – Terkait dengan berita yang dirilis Media Lintas Malut, edisi Selasa (8/1/2019) dengan judul berita “PT.PLN Ranting Sanana Dinilai Menipu warga Sulabesi” bahwa Kepala PLN Persero ranting Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengklatifikasi/atau melakukan hak jawab mengacu pada Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 dalam pasal 1, pasal 5, pasal 11, dan pasal 15 tentang hak jawab.

“pemasangan jaringan/estalasi lampu PT.PLN ranting sanana berdasarkan Standar Operasional Perusahan (SOP) dan Prosudur yang sudah ditetapkan Perusahan Listrik Negara (PLN) ranting Sanana, serta tidak menyusahkan warga Sanan bahkan sangat membantu bagi yang tidak mampu,”ujar Kepala PLN ranting Sanan. Yodhy Ayuda Wiwaha minggu (12/1/2019).

Menurutnya, pemasangan lampu di sala satu warga di Desa Sula Besi itu bukan sebesar Rp.1,800,000 juta tetapi sebenarnya pemasangan tersebut hanya dikenakam biaya sebesar Rp.1,300,000 juta jadi pemberitaan yang dikatakan bahwa harganya Rp,1,800,000 juta itu tidak benar, ujar Kepala PLN ranting Sanan.Yodhy Ayuda Wiwaha minggu (12/1/2019).

Dia juga mengatakan, pemasangan lampu di rumah warga itu sejak 2017 lalu dan itu tidak masalah sementara sala satu warga berinsial JTAlian Jainal Teapon yang sempat berkomentar di Media sudah dipanggil pihak PLN ranting Sanana untuk mengklarifikasi serta meminta maaf kepadaa pohak PLN, kata Yhodi, seraya mengutip kata Jainal Teapon bahwa “pemasangan lampu di rumah saya itu dibayar cuman Rp 1,300,00, dan yang memasang itu sala satu petugas PLN yakni bapak Yakub panikfat,” katanya.

Sementara itu Yakub Panikfat, petugas Pemasangan estalasi PLN mengatakan, saya memasang aliran di rumah bapak Jainal dengan dengan biaya Rp.1,300,00 tidak lebih dari itu kalo yang Rp.1,800,00 itu terkecuali mereka menambah mata coknya,”jelas Yakub.(Mr.f)

Komentar