oleh

Pemdes Moiso Diduga Pungut Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah Senilai Rp.100 ribu

Iustrasi Sertifikat Tanah

JAILOLO – Pemerintah Desa (Pemdes) Moiso Kecamatan Jailolo Selatan (Jalsel) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap masyarakat Desa Moiso senilai Rp.100.000 ribu Saat melakukan pengurusan Sertifikat Tanah, padahal pembuatan Sertifikat Tanah sudah digratiskan Pemerintah untuk masyarakat yang kurang mampu.

Padahal sesuai edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertnahan Nasional (ATR/BPN) menerbitkan sertifikat tanah tanpa dipungut biaya, melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) sudah sangat jelas, namun hal itu dilanggar Pemerintah Desa Moiso.

Informasi yang dihimpun lintasmalut.co.id menyebutkan pembuatan sertifikat tanah  oleh Pemerintah Desa Moiso memungut biaya perorangan senilai Rp.100.000 ribu, jika tidak dibayar maka sertifikat tersebut akan ditahan.

Pengakuan salah seorang warga Desa Moiso yang mengeluhkan hal tersebut, namanya tidak mau di publis, mengatakan bahwa jika pengukuran tanah kebun untuk pembuatan sertifikat harus bayar Rp 50 ribu kepada Pemdes dan Rp 50 ribu itupun berlaku untuk keluarga,

“Jadi untuk pengukuran tanah di kebun untuk pembuatan sertifikat mereka suruh kita bayar Rp.50 ribu itupun karena dianggap keluarga,” kata sumber kepada lintasmalut.co.id Kami (7/3/2019).

Dia mengatakan bahwa pungutan uang sebanyak Rp.100.000 ribu, yang diminta Pemerintah Desa Moiso, alasannya untuk biaya administrasi,

“Uang yang kita kumpulkan itu katanya uang administrasi, kita juga tidak tahu apakah benar atau tidak,” Tutupnya.(Bur)

Komentar