oleh

Pemkot Prioritas Kesehatan dan Guru

TIDORE, LM —Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kota Tidore kepulauan (Tikep) berlangsung pada Rabu (7/11). Pihak Pemkot was-was lantaran begitu banyak peserta tes di sejumlah daerah tidak capai passing grade.

 

Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen mengatakan standar passing grade yang ditentukan Pemerintah Pusat memang terlalu tinggi, bahkan dianggap merugikan daerah, jika banyak peserta yang tidak lulus. “Kita melihat seleksi di daerah lain, kuota sampai 200 lebih yang lulus hanya 3, 6 sampai 11 peserta. Ini tentunya daerah rugi, padahal kondisi daerah sangat membutuhkan tenaga yang mestinya segera terisi,” tandasnya.

Dikatakan rata-rata semua daerah membutuhkan tenaga kesehatan dan guru. Jika sampai banyak yang tidak lulus, maka tentu membuat daerah sangat rugi. “Kota Tidore kepulauan tinggal beberapa hari lagi akan dilaksanakan seleksi. Kita berharap kuota-kuota formasi yang ada banyak terisi,” harap Wawali.

Namun bila nantinya saat seleksi banyak tidak lulus, pihaknya akan meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk melakukan koordinasi, agar minimal ada kebijakan yang bisa membuat kuota banyak yang terisi. “Sekali saya melihat ini sangat merugikan karena passing grade terlalu tinggi. Saya setuju seperti di Papua, yang mana pelaksanaan seleksi dilaksanakan secara tertulis,” ujarnya.

 

Sumber : Malut Post

 

Komentar