oleh

Pemkot Tempuh Jalur Alternatif

TIDORE, LM —Wakil Wali Kota (Wawali) Tidore Kepulauan (Tikep) Muhammad Sinen saat melakukan pemantauan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui sistem Computer Assisted Test (CAT), merasa cemas dengan hasil yang dicapai peserta CPNS di Kota Tikep. Pasalnya passing grade yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat, justru mengancam kuota yang dibutuhkan di Kota Tikep.

“Saya merasa dilema dan cemas atas pelaksanaan tes TKD sistem CAT karena banyak peserta yang tidak memenuhi passing grade,” aku Wakil Wali Kota Muhammad Sinen, Kamis (8/11).

Menurutnya, banyak masyarakat memprotes aturan penerimaan CPNS tahun ini. Dengan begitu, pihaknya berharap Pemerintah Pusat punya perhatian serius dan perlu diperhatikan kembali untuk ditindaklanjuti.

Wawali bersama Wali Kota Ali Ibrahim segera bertemu Gubernur Malut Abd. Gani Kasuba agar mengundang semua Kepala Daerah di kabupaten/kota yang ada di Malut, untuk ke Jakarta bertemu Presiden, terkait dengan sistem seleksi CPNS saat ini.

 “Karena memang sistem CPNS ini dilakukan, maka yang rugi adalah kita di daerah. Kita setiap saat dihantam oleh masyarakat terkait dengan hasil ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan sistem seleksi CPNS saat ini, tidak ada yang menjamin mereka yang capai passing grade dan lulus dengan sistem ini, bisa nantinya trampil bekerja saat bertugas.

“Itu belum tentu dan tidak dijamin. Bisa saja mereka yang belum capai passing grade ini saat bekerja itu sangat trampil dan bagus,” katanya.

Dikatakan seleksi dengan sistem CAT ini, banyak peserta yang tidak lulus capai passing grade, tak hanya di Kota Tikep, melainkan di seluruh kabupaten/kota maupun di Provinsi Maluku Utara juga demikian.

 “Kalau tanya sikap saya sebagai Wakil Wali Kota Tidore cemas dengan hasil itu. Karena hampir semua daerah sama. Sementara  di Kota Tidore Kepulauan  sangat membutuhkan sesuai dengan kuota yang ditentukan,” katanya.

Karenanya Pemerintah Kota Tikep akan mengusulkan agar kuota 250 yang diberikan ini, semuanya terisi dengan menggunakan perangkingan. “Terutama guru dan kesehatan yang sangat kita butuhkan ini, kalau tidak terisi, tentunya daerah sangat rugi. Karena jika kuota tidak terisi maka banyak kekurangan guru dan kesehatan dimana-mana,”tandasnya. 

Sumber : Malut Post

Komentar