oleh

Pemprov Malut Bentuk Satgas Pencegahan Corona

-SOFIFI-164 views

SOFIFI – Berdasarkan pernyataan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada tanggal 30 Januari 2020 menyatakan novel coronavirus Wuhan merupakan wabah dan World Health Organization menetapkan sebagai kondisi kedaruratan global. Kemudian, pada Senin tanggal 9 Maret 2020 Kementerian Kesehatan RI melalui juru bicaranya menyatakan bahwa telah ada 19 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan dalam perawatan intensif.

Sebagai tindak lanjut dari surat edaran Gubernur No : 443/541/G tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi COVID-19 dan Surat Keputusan (SK) Gubernur Maluku Utara nomor: 245/KPTS/MU/2020 tentang pembentukan Satgas kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap pencegahan dan pengendalian penularan infeksi novel Corona Virus (COVID-19).

“Kita membentuk Satgas kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap pencegahan dan pengendalian penularan COVID-19,” kata Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Malut, Syamsudin A. Kadir saat rapat pembentukan Satgas di Sofifi, Selasa (10/3/2020).

Menurutnya, Satgas ini dibentuk dalam rangka koordinasi dan sinergitas seluruh perangkat daerah di lingkup Provinsi Maluku Utara dalam kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap pencegahan dan pengendalian penularan novel coronavirus di Malut, baik lintas sektor di pintu masuk negara dan di wilayah.

“Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi, sistem koordinasi kewaspadaan penularan corona dan upaya penanggulangan di pintu masuk dan di wilayah Maluku Utara, pusat data dan informasi kewaspadaan corona, diharapkan agar informasi bersumber dari satu pintu untuk menghindari kesimpangsiuran berita atau informasi yang dapat meresahkan masyarakat dan kajian perkembangan dan risiko penularan corona di Malut,” ungkapnya.

Sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 2019 tentang peningkatan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons wabah penyakit, pandemi global, dan kedaruratan nuklir, biologi, dan Kimia, dimana masing-masing sektor memiliki peran masing-masing dalam upaya cagah tangkal penyakit yang berpotensi menimbulkan Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) maupun dunia (KKMD).

“Kami harapkan, dengan dibentuknya Satgas ini agar menjadi tanggung jawab kita bersama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing yaitu untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Maluku Utara,” harapnya.

“Tentunya bahwa masalah ini bukan hanya masalah sektor kesehatan saja melainkan masalah kita semua, untuk itu mari sama-sama kita hadapi masalah ini dengan serius,” sambungnya.

Syamsuddin menyebut, Pemprov akan terus melakukan upaya-upaya untuk pencegahan dan pengendalian dalam mengahadapi COVID-19 melalui Dinas Kesehatan akan memberikan informasi yang tepat dan akurat berdasarkan kondisi yang terjadi.

“Mari sama-sama kita ciptakan iklim yang kondusif di Maluku Utara terutama di lingkungan kerja kita masing-masing, mencegah dan meredam berita/informasi yang tidak jelas sumbernya, dan memberikan edukasi kepada masyarakat umumnya dan pegawai lingkup Provinsi Malut tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar kita terhindar dari segala penyakit,” imbunya. (Tim/red)

Komentar