oleh

Pengelolaan DD/ADD di Desa Pantura Jaya dan Tepeleo Batu Dua Tidak Jelas

Foto Kades Pantura Jaya, Jamaludin H Jamali dan Mantan Kades Tepeleo Batu Dua, Abdullah Muhammad (foto Ist Wan)

WEDA, Lintasmalut.net – Kepala Desa Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jamaludin H Jamali diduga tidak transparansi dalam mengelola DD/ADD. Sehingga hal itu dikeluhkan sejumlah perangkat dan beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pantura Jaya, Rabu (6/2/2019).

“Pencairan DD/ADD tahun 2017 tahap tiga tidak ada kejelasan kepada masyarakat beserta staf Desa. Persoalan yang bersifat keuangan selalu tertutup dan dikerjakan oleh anaknya (Nasrudin-red),” ungkap Abas H Talib, mewakili Forum Masyarakat Pantura Jaya.

Documen pokok permasalahan yang ada di Desa Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara

Sembari mengatakan, “LPJ tahap satu hampir semua di rekayasa oleh kepala desa dengan cara menjiblak tanda tangan saraf desa. Seluruh laporan dan pertanggungjawaban desa disusun dan dibuat dikediamannya sendiri bersama anaknya,” sambungnya.

Tak hanya itu, pencairan DD untuk pembibitan cengkeh tidak terealisasi dengan nilai Rp.38 juta rupiah. Serta utang Desa di Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) makin membengkak sebesar Rp.118 juta rupiah.

Jamaludin juga disebut tidak pernah berkantor selama lima bulan, “Selama lima bulan terakhir ini dia selalu berkantor di kediamannya. Sudah kami berikan peringatan, namun beliau tidak menanggapi aspirasi atau saran yang kami sampaikan,” katanya.

Begitu pula dengan Mantan Kepala Desa Tepeleo Batu Dua, Abdullah Muhammad bersama bendaharanya, mereka diduga telah menggelapkan ADD/DD dengan membuat berbagai laporan fiktif untuk meniadakan uang ratusan juta rupiah.

Berkas APBD Desa Tepeleo Batu Dua tahun anggaran 2017 yang diduga banyak rekayasa (Fiktif)

“Hampir semua yang tercantum didalam APBDes dan LPJ di Tepeleo Batu Dua itu Fiktif. Itu baru 2018, belum yang 2017 dan 2016. Beberapa program di Tepeleo Batu Dua itu tidak betul, di lapangan tidak ada dan anggarannya tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan,” ungkap Sekretaris BPD Tepeleo Batu Dua, Sui.

Kata Sui, Jembatan layang Batu Dua dengan anggaran sebesar Rp.50 juta. Rumah baca, Rp.50 juta. Pembuatan taman baca/wisata. Belanja modal penerangan jalan, Rp. 100 juta, tidak masuk didalam pembahasan Desa. (Wan).

Komentar