oleh

Pengungsi Desa Jibubu Keluhkan Tenaga Medis dan Obat

Komisioner KPU Halsel saat memberi batuan di Desa Jibubu (Foto/Ivan/lintasmalut.co.id)

LABUHA- Kendati bantuan untuk korban gempa datang dari berbagai pihak. Baik Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan swasta. Namun, bantuan tersebut tampaknya belum juga di salurkan secara merata oleh Posko Tanggap Darurat yang di pusatkan di Deda Saketa Kecamatan Gane Barat.

Kondisi tersebut membuat Wakil Bupati Halsel, Iswan Hasjim naik pitam alias marah karena ada pejabat seperti Kepala Inspektorat Halsel, Slamet Ak dan beberapa pimpinan SKPD berada dilokasi penampungan bantuan tidak berinisiatif untuk mendistribuikan bantuan sehingga hanya tertumpuk di Gedung Sekolah.

Seperti terjadi di Desa Jibubu Kecamatan Gane Barat Selatan, pengungsi di Desa tersebut sangat kekurangan dengan bantuan obat dan makanan. Bahkan tenaga medis pun tidak ada di Desa tersebut. Hal itu ditemukan saat Komisioner KPU Halsel dan staf turun ke Desa Jibubu menberikan bantuan sabtu (20/07/2019) kemarin.

Pose bersama Komisioner KPU dan warga Desa Jibubu dilokasi pengusian (Foto/Ivan/lintasmalut.co.id)

“Selain makanan dan pakaian, masyarakat desa jibubu juga sangat membutuhkan tenaga medis serta obat2an. Jadi, di desa jibubu Kecamatan Gane barat Selatan masyarakat keluhkan tidak adanya tenaga medis, “ujar Komisioner KPU, Rusna Ahmad saat dikonfirmasi Wartawan Lintasmalut.net, Sabtu (20/07/2019).

Kadis Kesehatan Halsel, Ahmad Rajak saat dikonfirmasi Wartawan via watshap terkait temuan keluhan di Desa Jibubu, Ahmad mangaku tenaga medis di gane dalam itu kemarin sudah diterjunkan kesana dan mereka akan melayani masyarakat.

“Di Gane baru saya antar kemarin ada dokter dan perawat yang nanti menjangkau kesana. Jadi, Dokter puskesmas gane dalam itu tinggal di jibubu,”Tandas Ahmad. (van)

Komentar