oleh

Penutupan Tempat Usaha di Ternate Rugikan Pelaku Usaha Kecil

TERNATE – Dalam rangka mencegah penyerahan virus corona (COVID-19) di Kota Ternate, Pemkot setempat mengambil kebijakan untuk menutup semua tempat usaha di Ternate.

Tempat usaha yang di tutup yakni, Hotel, Losmen, Penginapan, Wisma, Restoran, Rumah makan, Cafe, Kantin, Salon kecantikan, Salon SPA, Pantai pijat, Tempat game online, Rekreasi, Karaoke, Hiburan malam dan bioskop XXI.

Penutupan itu menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI nomor : SR. 02/II/270/2020 dan SE Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI nomor : KB.07.00/11/MBPEK/2020.

Sebelumnya, penutupan tempat usaha itu sudah dilakukan selama sepekan lebih, mulai dari tanggal 23 sampai 31 Maret 2020 sesuai Surat Edaran Walikota Ternate nomor : 440/21/Setda pada tanggal 17 Maret 2020, kemudian disusul SE perpanjang penutupan hingga 29 Mei 2020 dengan nomor : 440/23/2020.

Surat edaran Walikota Ternate

Namun, kebijakan tersebut dinilai merugikan bagi para pelaku usaha kecil. Salah satu pengusaha di Ternate yang enggan sebutkan namanya mengatakan, kebijakan yang dilakukan Pemkot dengan menutup tempat usaha itu dapat membahayakan bagi para pengusaha kecil.

“Sangat bahaya bagi pengusaha kecil. kemarin itu sudah dilakukan penutupan sepekan lebih dan buktinya penghasilan kita menurun drastis. Apalagi sekarang diperpanjang, ini sangat membayangkan,” katanya, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, Pemkot harus lebih jeli melihat persoalan yang dihadapi. Sebab, penutupan itu bukan hanya berdampak pada penghasilan yang menurun namun juga berdampak pada hal-hal lain.

“Penutupan ini akan berdapmpak banyak hal dan salah satunya pendapatan kita menurun. Apalagi pengusaha kecil seperti kita, jadi Pemkot harus lebih jeli melihat persoalan ini, bukan hanya suruh kita tutup begitu saja,” tukasnya.

Ia juga menyarankan agar Pemkot lebih melihat dampak dari kebijakan yang diambil, karena perpanjangan penutupan ini sampai selesai lebaran Idul Fitri 1441 H. “Pemkot harusnya memikirkan dampak dari kebijakan ini sehingga ada kebijakan yang mengedepankan nasib pengusaha kecil,” tandasnya.

“Memang betul COVID-19 ini sangat membahayakan dan itu musuh kita bersama untuk memerangi dan mencegah penularan virus itu. Tetapi lagi-lagi harus dipikirkan dampak dari kebijakan yang dilakukan,” pungkasnya. (Alan)

Komentar