oleh

Peringati HPSN, Harita Nickel Gelar Lomba di SDN 127 Kawasi

HALSEL – Meriahnya Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari menjadi momen spesial bagi guru, pelajar, dan para orang tua di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Mereka berkumpul bersama dalam rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Harita Nickel melalui Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) dan Departemen Health, Safety, and Environment (HSE).

Kegiatan tersebut berlangsung di SDN 217 Halsel, Desa Kawasi yang mengusung tema “Ecobrick Asyik bersama Harita” ini diikuti kurang lebih 200 peserta. Ecobrick, atau bata ramah lingkungan yang dibuat dari sampah plastik menjadi fokus utama dalam kegiatan.

Hal tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran peserta bahwa sampah plastik bisa menjadi sesuatu yang bernilai lebih dan menumbuhkan kreativitas. Ecobrick bisa digunakan untuk bahan membuat meja, kursi, rak sepatu, dan berbagai kerajinan lainnya.

Acara dimulai dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SDN 217 Ismail Hi Yusuf kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama. Setelah itu, para peserta HPSN 2020 mengikuti berbagai kegiatan yang sudah disiapkan. Diantaranya, pelatihan membuat ecobrick, lomba mewarnai, serta talkshow tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Ismail memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Selama saya menjadi kepala sekolah di tempat-tempat lain, kegiatan semacam ini belum pernah dilakukan. Karenanya saya menilai kegiatan ini sangat positif serta akan berimbas kepada siswa dan masyarakat,” ujar Ismail.

Ia berharap kegiatan ini dapat membuat anak-anak terbiasa untuk memanfaatkan sampah yang masih bisa dimanfaatkan. “Semoga ke depannya ada lagi kegiatan semacam ini,” harapnya.

Sementara itu, Community Development Supervisor Harita Nickel Bidang Pendidikan, Ragil Pardiantoro mengatakan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian masyarakat, terutama anak-anak, terhadap lingkungan sekitarnya.

“Kegiatan ini bukan hanya berisi nasihat ‘jangan buang sampah sembarangan’, tetapi membiasakan para peserta terhadap konsep 3 R (reduce, reuse, recycle),” katanya.

Kegiatan ini. Lanjut Ragil, dapat mengasah jiwa kreativitas anak-anak dalam menciptakan sesuatu yang bermanfaat.

Mayoritas peserta yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan pelajar Sekolah Dasar. Menurut Ragil, hal ini penting untuk membentuk budaya yang baik sejak usia dini.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepekaan mereka terhadap lingkungan. Kegiatan ini banyak melibatkan anak-anak karena merekalah para generasi penerus di masa yang akan datang,” ucapnya.

Deputy Head CSR Harita Nickel, Alexander Lieman juga menambahkan, kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan cara yang menyenangkan. “Kegiatan ini juga mendidik murid-murid generasi penerus bangsa. Kita bentuk pemahaman bahwa sampah itu bisa didaur ulang dan digunakan untuk fungsi lain,” ujarnya.

“Bila kebiasaan baik ini terus dilakukan, maka Indonesia bisa menjadi tempat yang bebas sampah di masa depan,” pungkasnya. (Alan)

Komentar