oleh

Perkuatkan Sinergitas Pengawasan Orang Asing, Tim PORA Malut Gelar Rakor

Pemateri: Kabid Inteldak Keimigrasian Poltak M. Simanjuntak dan Hairuddin Umaternate Kabid P2M BNNP Maluku Utara. Moderator Ibnu Malik Kasubbid Penindakan (Foto Istimewa lintasmalut.co.id)

TERNATE – Penguatan sinergitas antara anggota Tim Pengawasan Orang Asing (TIm-PORA) khususnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Maluku Utara menjadi perhatian serius Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku Utara (Kanwil Kemenkumham Malut).

Letak geografis Wilayah Maluku Utara yang berpulau-pulau dan berbatasan langsung dengan Philipina menjadi salah satu daerah rawan masuknya orang asing terutama dalam penyulundupan narkotika. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Poltak M. Simanjuntak pada saat memberikan materi pada Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Tim-PORA) yang dilaksanakan di Royal Resto, Ternate (28/06/2019).

“ Ancaman yang dibawa orang asing di Wilayah Maluku Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina salah satunya yaitu peredaran gelap narkotika dengan beragam modus. Selain itu, ada perdagangan manusia (Human trafficking) penyulundupan manusia (people smuggling) pencucian uang (money laundering) aksi terorisme, dan termasuk pelanggaran Keimigrasian,” Ujar Poltak M. Simanjuntak di sela-sela pelaksanaan Rakor.

Para anggota Tim Pengawasan Orang Asing (Tim-PORA) Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2019

Ia menambahkan, sesuai komitmen Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Malut, Heru Tjondro, melalui wadah Tim PORA tingkat provinsi Malut, pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika harus menjadi perhatian serius dan prioritas. Heru Tjondro dalam kesempatan sebelumnya pernah menyampaikan bahwa pencegahan dan dan pemberantasan narkotika terutama oleh orang asing dalam jaringan sindikat internasional juga merupakan prioritas nasional bagi jajaran Imigrasi.

“ Direktur Jenderal Imigrasi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor IMI-0532-GR.04.03 Tahun 2019 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan Prekursor narkotika, yang isinya menekankan pentingnya pemberantasan narkotika mulai dari dalam institusi Imigrasi dalam meningkatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat, termasuk berkolaborasi dalam pengawasan orang asing melalui pertukaran informasi dengan foreign counterpart dalam rangka pengungkapan jaringan narkotika dan prekursor narkotika internasional.

” Kami telah melakukan tes urine kepada seluruh pejabat. Ini penting untuk memastikan optimalnya pelaksanaan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat dan pengawasan terhadap orang asing,” Ujar Heri Tjondro pada saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2019, Rabu (26/06/2019).

Sementara itu, menurut data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara, pada tahun 2018 jumlah pravelansi penyalahgunaan narkoba di Maluku Utara sebanyak 13.181 jiwa. “Melalui Tim PORA tingkat Provinsi Maluku Utara, bersama-sama kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan bersinergitas dalam pengawasan orang asing termasuk dalam pencegahan sindikat jaringan internasional,” Jelas mantan Konsul Imigrasi KJRI Sydney. (Humas)

Komentar