oleh

PersiHalbar Bakal Polisikan Komdis Asprov PSSI Malut

JAILOLO – Ketua Persihalbar Djufri Muhammad bakal polisikan Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku Utara (Malut), terkait dengan Surat Keputusan (SK) pembatalan kemenangan Persihalbar yang mengalahkan Persiter dengan skor 2-1 dalam kompetisi Liga 3 Zona Malut pekan lalu.

Pasalnya, pembatalan kemenangan tersebut sekaligus memupus harapan Persihalbar untuk mewakili Malut di level yang lebih tinggi.

“Atas keputusan tersebut, kami akan mempolisikan Komdis Asprov PSSI Malut, karena merasa dirugikan dengan keputusan tersebut. Intinya kami menempuh jalur hukum dan kami juga sudah menyiapkan beberapa advokat yakni Arnold Musa dan kawan-kawan,” kata Djufri didampingi pengurus Persihalbar saat konferensi pers di kantor rapat DPRD, Selasa (15/10).

Djufri mengaku, Persihalbar juga menempuh jalur banding ke Komdis PSSI pusat, berdasarkan pada fakta-fakta yang dimiliki atas dugaan indikasi sehingga keluarnya putusan tersebut.

“Dari awal kami tahu bahwa ada indikasi kuat Persiter Ternate berkonsiliasi dengan pengurus Asprov PSSI Malut menggunakan segala cara agar Persiter bisa diloloskan ke Liga 3 Zona Malut,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam surat Komdis Asprov PSSI Malut memberikan sangsi pembatalan kemenangan dan denda  serta pelarangan bermain kepada Persihalbar maupun pemain yang dipersoalkan yakni Hariyanto Hamid.

Keputusan yang tertuang dalam surat bernomor istimewa/LK/SK/KD-ASPROV-PSSI/MU/X/2019 itu, tentang penyampaian SK komisi disiplin Asprov PSSI Malut, tertanggal 26 September 2019 yang ditandatangani Wakil Ketua Komdis Hasyim Abdulkarim.

SK ini diterbitkan setelah komdis bersidang pada 20 September 2019 yang dihadiri Wakil Ketua Hasyim Abdulkarim bersama anggota Hasby Yusuf dan Fauzi Momole.

Dalam SK menyebutkan, berdasarkan berbagai fakta dan pertimbangan tentang penggunaan pemain secara tidak sah dalam pertandingan Persihalbar melawan Persiter Ternate pada kompetisi Liga 3 zona Malut, Komdis memutuskan menghukum Persihalbar dan pemain atas nama Hariyanto Hamid dengan sanksi diantaranya.

  1. Membatalkan hasil kemenangan Persihalbar dan dinyatakan kalah 0-3 dengan denda Rp 5.000.000. Mengurangi 3 angka atas jumlah nilai kemenangan yang diperoleh.
  2. Melarang Persihalbar mengikuti kompetisi resmi PSSI selama 6 bulan sejak tanggal dikeluarkannya keputusan ini, tidak termasuk kelompoik usia Paiala Suratin U-17 dan U-15.
  3. Melarang pemain Hariyanto Hamid nomor punggung 26 untuk bermain pada kompetisi resmi PSSI di seluruh Indonesia selama 1 tahun sejak tanggal dikeluarkannya keputusan ini dengan denda Rp 1.000.000.
  4. Larangan bermain Hariyanto Hamid  akan diperpanjang, jika sanksi denda tidak dilaksanakan sebelum akhir masa sanksi sebagaimana tersebut di atas.

Komdis juga mencantumkan opsi banding terhadap keputusan ini dapat diajukan sesuai pasal 45 regulasi Liga 3. (BAF)

Komentar