oleh

Peserta di Kepsul Bikin Geger Penonton

SANANA, LM  – Sorak sorai terdengar dari halaman kantor Bupati Kepulauan Sula. Orang-orang yang bersorak adalah warga yang menunggui hasil tes kompetensi dasar (TKD). Sorakan keluar setelah satu-satunya peserta yang dinyatakan lulus passing grade pada hari pertama kemarin (6/11), mencukupi poinnya di detik-detik terakhir. Di halaman parkir memang dipasangi layar lebar yang menayangkan perolehan nilai peserta secara daring.

Adalah Abdul Haris Putra Bela, peserta tunggal yang “mengalahkan” ambang batas TKD. Suasana menjadi dramatis lantaran pemuda kelahiran Ambon, 17 Juni 1994 itu awalnya sempat keteteran menyelesaikan soal-soalnya. Haris sempat kesulitan menghadapi tes karakteristik pribadi (TKP) yang letaknya paling akhir dibandingkan tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU).

Haris lebih dulu mengamankan nilai TWK dan TIU-nya yang melebihi ambang batas. Saat mencapai poin 140 pada TKP, nilainya tak juga bertambah padahal waktu yang tersisa tinggal 5 menit. Di sisa 2 menit terakhir, putra ketiga pasangan Dzein Bela dan Mayam Umaternate itu berhasil melengkapi poin TKP-nya menjadi 140. Tak ayal, puluhan penonton di luar gedung ikut bersorak atas pencapaiannya.Warga bahkan sengaja menunggu lulusan DIII Informatika itu untuk keluar dari ruang tes.

 “Banyak soal yang saya belajar itu keluar semua,” kata Haris penuh haru.

Haris menjadi satu-satunya peserta yang lolos dari total 200 pengikut tes kemarin. Dua peserta lainnya, yakni Ramandha Patani dan Zulkarnain Umasugi, nilainya nyaris mendekati ambang batas. Sahrul Pora, salah satu peserta mengaku soal yang paling sulit baginya adalah TIU. Dimana soal matematika memiliki narasi bahasa yang terlalu panjang.

 “TIU itu sangat susah bagi saya karena terlalu panjang soalnya,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kepsul, Imran Umalekhoa menuturkan, pada hari pertama dan kedua tes dilaksanakan dalam empat sesi.

“Selanjutnya baru lima sesi,” katanya.

Jalannya tes sempat terganggu dengan pemadaman lampu. Listrik padam lantaran terjadi kebakaran di tempat usaha pengolahan kayu di Desa Pohea, Kecamatan Sanana. Pemadaman terjadi sekira 30 menit.

Sementara di Pulau Morotai, dari 275 peserta tak ada satu pun yang melewati passing grade. Tes di Morotai akan berlangsung hingga Jumat (9/11) nanti, sedangkan di Kepsul hingga Senin (12/11) depan.

Sumber : Malut Post

Komentar