oleh

Pol Airud Berhasil Tangkap Pelaku Bom Ikan di Taliabu

BOBONG , LM – Polair Daerah Maluku Utara Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Markas Unit Pulau Taliabu dan Kapal Polisi XXX 2008 kembali menangkap pengguna bahan peledak ikan di Perairan Taliabu Desa Jorjoga Kecamatan Taliabu Utara Senin (26/04/2021).

Komandan Polair Airud Pulau Taliabu, Bripka Rusdi Umanailo ketika dikonfirmasi Selasa (27/04) kemarin mengatakan pelaku pengeboman ikan di Perairan Desa Jorjoga berhasil di tangkap oleh Kepolisian Perairan dan Udara Markas Unit Taliabu pada Senin (26/04) pukul 18.00 wit (Sore) di perairan Desa Jorjoga Taliabu Kabupaten Pulau Taliabu berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat melalui media sosial.

“kita mendapatkan informasi dari warga setempat, dan juga lewat grup FB Taliabu Comunity (TC). Kemudian langsung kita bergegas menuju TKP setiba kita di sana ternyata benar kami menemukan pelaku pengeboman ikan itu, mereka mengunakan kapal, dan kapal pun tidak ada surat-suratnya. Terus kita langsung meminta mereka serahkan diri dan kita langsung bawa/kawal mereka masuk ke Desa Jorjoga,” jelasnya.

9 Pelaku yang pengeboman yang berhasil ditangkap Itu lanjut dia, semua berasal dari daerah tetangga, yakni daerah kabupaten Banggai kepulauan (Bangkep) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Dorang (pelaku), semua ada 9 orang semuanya berasal dari baggai kepulauan,” cetusnya.

untuk sementara kesembilan pelaku Bom Ikan dan kapalnya telah dibawah ke Polres Kepulauan Sula untuk diproses lebih lanjut.

” 9 pelaku Bom ikan dan kapalnya sudah dalam perjalanan menuju Polres Sula, di kawal langsung oleh Marnit Polair Dan KP Taliabu mereka bertolak dari desa Jorjoga pagi tadi,” tutupnya.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, dibalik perairan Taliabu yang melimpah ruah akan sumber potensi Perikanan dan Kelautan Saat ini, terdapat sejumlah kapal kapal ikan asal daerah lain yang bebas berkeliaran tanpa ada kontribusi bagi PAD bagi daerah. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Nelayan asal pesisir pantai Taliabu selatan yang mengaku tak jarang menyaksikan bagaimana sumber daya Perikanan di laut Taliabu di kelola oleh Nelayan asal daerah lainnya dengan dukungan armada yang lebih memadai.

” Torang di rompong sana, mulai dari Desa sofan sampai di Tabona kalao itu Torang kira cuma nelayan Taliabu saja yang cari ikan. ternyata tidak, karena di laut sana torang sering saksikan nelayan asal Sulawesi Tenggara, seperti Kendari yang mengambil potensi perikanan di pesisir pantai selatan, dan mereka itu memiliki pajeko dan kapal penampung yang memadai, sementara Katong ini hanya mengandalkan katinting saja dan tidak ada kapal penampung ikan”, ungkap Erik warga Sofan.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui dinas terkait dapat menertibkan para nelayan gelap asal daerah lain di perairan Taliabu serta dapat menyediakan bantuan armada bagi nelayan berupa alat tangkap dan bantuan perahu sekaligus menyediakan kapal penampung ikan yang memadai, sehingga kita yang nelayan ini juga bisa ada pendapatan yang lebih baik, tidak seperti sekarang ini”, pintanya.(tim/red)

Komentar