oleh

Polda Kantongi Calon Tersangka Baru Kasus RSUD Morotai

-HUKRIM-53 views

TERNATE –  Tim penyidik tindak pidana korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) terus melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten, Pulau Morotai tahun anggaran 2016-2017 yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pamkab) Setempat.

Kasus RSUD Kab. Pulau Morotai yang ditangani tersebut, terdapat dua aitem baik kasus pembangunan gedung rawat inap dan gedung kantor dengan dengan total anggaran kurang lebih senilai Rp.1,2 Miliar.

“Untuk gedung kantor masih dalam penyidikan sementara untuk gedung rawat inap berkasnya masih di jaksa peneliti,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khuus (Dirreskrimsus) Polda Malut, Kombes Pol Masrur saat dikonfirmasi reporter RRI diuang kerjanya, Kamis  (27/6/2019).

Masrur mengatakan, dalam kasus item gedung rawat inap, tim penyidik menemukan adanya tersangka lain selain dua tersangka GB selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan CB selaku kontraktor.

“Ada tersangka baru dalam kasus itu. Tapi nanti kami akan sampaikan di pekan depan,” ungkap Masrur.

Ia menegaskan, untuk dua tersangka sebelumnya itu tidak dilakukan penahanan sebab tim penyidik beranggapan keduanya masih sangat kooperatif.

“Dua tersangka ini masih kooperatif. Intinya, kami proses dua kasus itu masih berjalan,” akunya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung RSUD Pulau Morotai dengan dua tersangka sebelumnya yakni GB selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan CB selaku kontraktor tersebut, itu terdapat dua tahap pembangaunan dengan pagu anggaran yang berbeda-beda, dimana untuk tahap satu senilai Rp700 juta dan tahap dua senilai Rp500 juta dengan total kerugian negara kurang lebih mencapai Rp1,2 miliar.

Sumber : RRI.co.id

Komentar