oleh

Polisi Lidik Kasus Pengeroyokan Tewaskan Seorang Pemuda di Obi

HALSEL – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Selatan melakukan penyelidikan kasus penganiyaan dan pengeroyokan terhadap seorang pemuda asal Desa Cap, Kecamatan Obi Utara.

Korban inisial SK (31) dianiaya beberapa pemuda di kos-kosan miliknya di lokasi tambang emas di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halsel. Sabtu (11/7/2020) pekan kemarin.

Setelah melakukan pengeroyokan, kedua pelaku yakni inisial EK (23) dan MK (22) warga Desa Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan langsung menyerahkan diri ke Polsek Obi.

Korban sempat di bawa ke RSU Laiwui untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong hingga menghembuskan nafas terakhir.

Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Dwi Gustimur mengatakan, kasus penganiyaan dan pengeroyokan sudah dalam proses penyelidikan. “Kasusnya sudah dalam proses penyidikan,” singkatnya ketika dikonfimasi, Rabu (15/7/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian pengeroyokan tersebut berawal ketika Rajilun datang dari Desa Anggai ke kos-kosan dan bertemu korban pada Jum’at (10/7/2020) sekira pukul 19:30 WIT.

Sesampainya di kos-kosan, Korban menanyakan kepada Rajilun yang bersebelahan kamar kos. “Biki apa kita pe maitua ada tidor kong ngoni baribut,” tanya korban. Tak lama, Rajilun menjawab “Kita baru datang dari Anggai jadi tara tau sapa yang baribut,” setelah tanya jawab akhirnya korban dan Rajilun pun berkelahi, perkelahian pun direlai dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Keesokan harinya, Sabtu, (11/7) sekira pukul 01.00 WIT, Nirwan saudara Rajilun yang bekerja di Tromol tiba-tiba melihat orang yang tidak di kenal masuk ke kamar kos milik Rajilun. Nirwan pun bergegas memberitahukan kepada MK dan EK.

Setelah mendengar kejadian tersebut, MK dan EK langsung bergegas menuju ke tempat tinggal Rajilun, tiba di depan kos-kosan tersebut mereka melihat banyak orang di depan kos-kosan, karena melihat banyak orang mereka pun balik ke tempat tinggal mereka, dan ditengah perjalanan mereka melihat Junaidi lari dari tempat tinggalnya sambil memegang sebilah parang.

Karena melihat Junaidi memegang sebilah parang, MK dan EK mengikuti dari belakang kemudian langsung masuk ke kos-kosan korban dan melakukan aksi penganiyaan dan pengeroyokan.

Sementara Junaidi melakukan penyerangan kepada Safriyanto dengan menggunakan sebilah parang sehingga mengalami luka di bagian kepala.

Setelah melakukan aksi, sekira pukul 09.30 WIT, MK dan EK datang ke Polsek Obi untuk menyerahkan diri dan melaporkan mereka telah melakukan pengeroyokan dan menyampaiakan bahwa Korban dianiaya di kamar kosan hingga tak sadarkan diri.

Pukul 10.00 WIT, Kanit Reskrim Polsek Obi, IPDA Sunadi beserta anggota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan barang bukti yang masih berada di TKP berupa satu buah sebilah parang dan satu buah balok serta mencari keterangan para saksi serta istri korban yang masih melarikan diri untuk mengambil keterangan.

Selanjutnya, pukul 11.00 WIT, korban dibawa oleh Bhabinkamtibmas Desa Anggai, BRIGPOL Suardi La Alia ke RSU untuk mendapatkan perawatan medis, dan pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Obi, IPTU Kristofel mengatakan, saat ini masih dalam pengembangan kasus, dan ke dua pelaku sudah di amankan di Polres Halsel.

“Kita masih melakukan penyelidikan dan untuk ke dua pelaku sudah di amankan di Polres Halsel,” ungkapnya. (Bar)

Komentar