oleh

Polres Morotai Gelar Apel Operasi Kieraha 2019

DARUBA – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Pulau Morotai menggelar Apel pasukan dalam rangka Operasi Kieraha Tahun 2019 dengan tema ‘Meningkatkan Kamseltibcarlantas dan Kepatuhan Masyarakat Terhadap Hukum dan Peraturan UU Lalulintas’. Apel tersebut di gelar di Lapangan Mako Mapolres Morotai, Kecamatan Morotai Selatan, Kamis (29/8/) pukul 08.05 WIT.

Apel dipimpin langsung Wakapolres Pulau Morotai Kompol Dedy Wijayanto dan Kasatlantas AKP Dani Maribunga sebagai perwira.

Dedy dalam sambutannya menyampaikan, permasalahan dibidang lalu lintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis, tentu hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk di suatu wilayah.

“Dari segi keselamatan sangat membahayakan manakala tingkat emosional pengemudi atau pengendara tersebut belum stabil dan rata-rata pengemudi atau pengendara dari segi pemahaman tentang aturan dan disiplin dalam berlalu lintas masih rendah,” katanya.

Dedy juga menyebut, pelaksanaan Operasi Patuh Kieraha tahun 2017 dan tahun 2018 lalu. Data menunjukkan kejadian laka lantas mengalami peningkatan sebanyak 10 kasus, dari 6 kasus di tahun 2017 menjadi 16 kasus ditahun 2018, korban meninggal dunia meningkat sebanyak 6 kasus, dari 2 kasus di tahun 2017 menjadi 8 kasus ditahun 2018, korban luka berat meningkat sebanyak 5 kasus, dari 4 kasus di tahun 2017 menjadi 9 kasus ditahun 2018, korban luka ringan meningkat sebanyak 41 kasus dari 4 kasus di tahun 2017 menjadi 45 kasus ditahun 2018.

“Jumlah pelanggaran lalu lintas operasi patuh tahun 2018 sejumlah 3,633 pelanggaran meningkat 2 persen dari tahun 2017 sebanyak 3,552 pelanggaran dengan jumlah tilang sebanyak 2,662 pelanggaran dan teguran sebanyak 971 pelanggaran,” ungkapnya.

Sementara hasil evaluasi. Lanjut Desy, pelanggaran lalulintas didominasi pengguna sepeda motor yang tidak menggunakan helm saat berkendara, melawan arus serta tidak memiliki kelengkapan surat-surat berkendara.

“Dari hasil evaluasi tersebut di atas bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kendaraan sepeda motor yang tidak menggunakan helm, melawan arus dan kelengkapan surat-surat kendaraan, sedangkan untuk ranmor roda empat melanggar penggunaan safety belt dan pelanggaran terhadap rambu atau marka jalan,” ujarnya.

Dedy menyatakan, operasi patuh tersebut dilaksanakan selama 14 hari yang dilakukan serentak seluruh Indonesia. “Polri telah menetapkan kalender operasi patuh tahun 2019 yang akan dilaksanakan selama 14 hari dimulai dari tanggal 29 sampai dengan 11 september 2019 secara serentak di seluruh Indonesia,”ucapnya.

Hadir dalam Apel tersebut, Kabagdukops Polres Pulau Morotai AKP Didik CB dan personel Polres. (Fik)

Komentar