oleh

Proyek Lapangan Voli Desa Fatce Dinilai Tak Wajar

-SOFIFI-111 views
Proyek Pembangunan Lapangan Bola voli bantuan dari Dispora Malut kepada Desa Fatce, Kecamatan Sula Kepsul ( Foto/Istimewa Lintasmalut.net)

SOFIFI – Proyek pembangunan Lapangan Bola Voli di Desa Fatce Kecamatan Sula Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi maluku Utara (Malut) dinilai tidak wajar oleh tim survei pelaksana. Pasalnya pembangunan lapangan Bola Voli tersebut belum pernah dilakukan survei oleh tim pelaksana namun fisik lapangan sudah selesai di bangun bahkan sudah dilakukan penyerahan ke kepala Desa Fatce.

Diketahui Proyek pembangunan lapangan tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara kepada Desa Fatce dan dikerjakan pada 27 mei 2019 bulan lalu dengan anggaran pembangunan senilai Rp 120 juta dengan waktu pekerjaan selama 60 hari kelender.

Namun menurut salah satu sumber dari tim survei yang tidak mau disebutkan identitasnya menuturkan bahwa pembangunan seharusnya pada saat dilakukan kontrak persetujuan antara kontraktor dan instansi terkait yakni Dispora Malut harus melakukan survei terlebih dahulu guna melihat kelayakan lokasi pembangunan, akte kepemilikan tanah dan administrasi lainnya, sehingga proyek pembangunan bisa berjalan.

“Saya juga bingung karena kami dari tim survei yang turun ke lokasi pada tanggal 20 Mei 2019 kaget melihat fisik pembangunan lapangan bola voli sudah jadi bahkan kami juga kaget kalau itu sudah dilakukan penyerahan ke Kades Fatce,”tutur salah satu tim survey kepada lintasmalut.co.id Via Telepon Seluler, Selasa (28/5/2019).

Hal tersebut tentunya tidak sesuai prosedur, sebab semestinya pada saat pembangunan proyek selesai, pihak kontraktor harus menyerahkan proyek ke pihak penyelenggara atau dalam hal ini Dispora Malut kemudian dari Dinas menyerahkan ke Desa tersebut.

Menurutnya, setelah kembali dari Sula timnya belum sempat bertemu dengan Kadis guna mempertanyakan prosedur pelaksanaan proyek tersebut.

Sementara Kadispora Malut Adhan Alim saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (28/5/2019) menyebutkan bahwa hal tersebut sudah sesuai prosedur dan tidak berpengaruh pada pelaksanaan.

“Kalau proyek kan memang dilakukan survei dulu untuk perencanaan dan memastikan lokasi serta akte kepemilikan tanah yang ditakutkan nanti tanah bermasalah tapi semua sudah selesai dan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan sudah dilakukan penyerahan kepada Kades Fatce,” Cetusnya. (A/N)

Komentar