oleh

Proyek Puskesmas Sangowo Senilai 6,3 Miliar Dibangun Diatas Bangunan Jalan Aspal

Proyek pembangunan Puskesmas Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur Kabupaten Pulau Morotai (Foto/Fik/lintasmalut.co.id

DARUBA – Proyek pembangunan Puskesmas Sangowo Kecamatan Morotai Timur Kabupaten Pulau Morotai yang menghabiskan uang negara miliaraan rupiah itu, ternyata pondasi bangunan tersebut tidak di lakukan penggalian, karena batu pondasi yang dibangun tepatnya diatas jalan aspal, selain itu konstruksi banguna dua lantai, tiang bangunan tidak menggunakan cakar ayam.

Penelusuran lintasmalut.co.id Kamis (25/7/209) di lapangan Proyek Pembangunan Puskesmas di Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur Kabupaten Pulau Morotai, sangat terlihat jelas pada papan proyek tercantum pelaksana CV.Cahaya Sinar Gemilang dengan nilai Rp,6,3 miliar dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 dengan nomor kontrak 440.019.DAK/KNTRK.PEMB.PKM.SGWO/DK-PM/VI-2019, waktu pelaksana 190 kalender itu tidak berdasarkan RAB dan terkesan dimanupulasi.

Berdasarkan fakta lapangan yang ditelusuri wartawan lintasmalut.co.id, terdapat proyek yang menghabiskan Rp,6,3 miliar tersebut di bangun diatas jalan aspal tanpa melakukan penggalian untuk pemasangan batu pondasi. Selain itu sebagian tiang-tiangnya di cor beton hanya melekat pada slof pondasi dan sebagian kecil terpancang sampai ke tanah tapi tidak menggunakan cakar ayam.

Atas pembangunan ini, didug kuat ada indikasi korupsi alias mafia proyek yang secara sengaja di praktekan pihak rekanan CV.Cahaya Sinar Gemilang dan Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai mengmbil keuntungan melalui material bangunan sehingga konstruksi bangunan tidak berdasarkan RAB.

Dari pengakuan pengawas lapangan saat ditemui lintasmalut.co.id Kamis (25/7/2019) kemarin. Namanya enggan dipublis menjelaskan, saya dipercayakan untuk mengawasi pembangunan ini dan apa yang di kerjakan itu atas instruksi kontraktor dan konsultan proyek.

“Iya benar di bangun diatas jalan aspal, tapi kami orang kerja hanya ikut perintah kepala bas dan konsultan, mereka perintah demikian kita kerja demikian,”ungkapnya.

Berdasarkan fakta tersebut, Sekertaris Fakultas Tehnik Unipas Morotai, Fitro, di kediamannya di Desa Darame, menuturkan, bahwa hal tersebut sangat tidak di benarkan dalam ilmu tehnik sipil soal konstruksi pembangunan tersebut bila faktanya demikian, apalagi konstruksinya dua lantai, seharusnya galian pemasangan batu pondasinya cukup dalam dan menggunakan cakar ayam.

Papan proyek pembangunan Puskesmas Sangowo Morotai Timur (Foto/Fik/lintasmalut.co.id

“Kalau tidak digali untuk pemasangan batu pondasi maka kekuatan dinding bangunan sangat rapuh bila ada bencana, sementara kalau bicara kekuatan bangunan terdapat pada tiang tiangnya yang memikul beban. Bila tiang di cor hanya di atas slof dan sebagian masuk ke tanah tapi tidak menggunakan cakar ayam ini juga sangat membahayakan, karena kekuatannya dalam memikul beban sangat lemah.”tutur Fitro

Selain itu, katanya, dalam aturan kontruksi tidak bisa membangun bangunan baru di atas bangunan lain.

“Jalan aspal kan juga masuk kategori bangunan. bila ada bangunan lain yang di bangun disitu maka bangunan jalan aspal itu harusnya di bongkar terlebih dahulu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan ketua Aspekindo Provinsi Maluku Utara, Gajali, saat dikonfirmasi via telepon seluler ia terkejut ketika ada bangunan yang di dirikan di atas bangunan tanpa melakukan pembongkaran terlebih dahulu.

“Kontraktornya berani sekali, itu pelanggaran besar apa bila pekerjaannya tidak sesuai dengan RAB. Perusahan tersebut bisa kena sanksi karena jadi temuan,”tandas Gajali.

Sementara itu Ketua Dewan LPJKD Maluku Utara, Ibrahim Katili, saat di konfirmasi via telepon seluler, Jumat 26 Juli 2019, menjelaskan setiap pekerjaan konstruksi di mulai dengan perencanaan, dalam perencanaan telah di tetapkan ukuran lebar, panjang dan dalamnya galian pondasi. Jadi pekerjaan sesuai dengan itu. Apabila pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan yang telah di tetapkan dalam RAB maka ini pelanggaran dan akan jadi temuan.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Pulau Morotai, dr. Victor Palimbong, saat disambangi di kantornya guna konfirmasi. Soal pembangunan proyek Puskesmas Sangowo, namun Kadiskes tidak berada di tempat, kemudian dikonfirmasi via telpon pun nomornya tidak dapat di hubungi. (Fik)

Komentar