oleh

Proyek Ruas Jalan Waitinagoi – Wailoba Kepsul Diduga Bermasalah

Kondisi Ruas Jalan Waitinagoi – Wailoba Yang Belum Selesai Dikerjakan (Foto : Istimewa/Lintasmalut.net)

SULA – Proyek Pekerjaan Pembangunan Ruas Jalan Waitinagoi – Wailoba Kecamatan Mangole Tengah, Kabupaten Kepualauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut) diduga bermasalah.

Proyek Jalan sepanjang 16.5 Kilo meter (Km) yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni Sula tahun 2018, jumlah Anggaran sebesar Rp. 11.560.236.590.00 (Sebelas miliyar, Lima ratus enam puluh juta, Dua ratus tiga puluh enam ribu, Lima puluh sembilan) dengan Nomor Kontrak : 910.916./620/04.BM/DPUPRKP-KS/4/2018 yang di kerjakan PT. Amarta Mahakarya, Direktur atau Kontraktor atas nama Abraham alias Bram, hingga saat ini tidak dapat diselesaikan.

Pengawas lapangan, Damir saat ditemui lintasmalut.co.id belum lama ini, mengakui Proyek Pembangunan Jalan tersebut belum diselesaikan kurang lebih tiga kilo meter yang belum di sirtu dan tidak dilakukan Adendum.

“Pekerjaan Badan jalan yang dibuka sepanjang 16.5 kilo meter lebar badan jalan yang dibongkar 16 meter dan lebar badan jalan tanah ke sirtu sesuai kontrak enam meter itu masih tersisa tiga kilo meter yang belum disirtu. Itu pun pekerjaan sudah melebihi volume,” Akunya.

Damir menambahkan, Anggaran baru dicairkan 50 persen dan langsung dilakukan pemutusan kontrak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan demikian sisa pekerjaan dapat diselesaikan apabila dianggarankan di APBD Perubahan 2019 atau APBD murni 2020.

Sekedar diketahui, Ruas Jalan Waitinagoi – Wailoba yang dibangun Pemda Kepsul saat ini adalah badan Jalan Perusahan Loging atau Perusahan Kayu yang saat itu beroperasi di lokasi Desa Capalulu.

Alat berat mililk PT. Amarta Mahakarya hanya menggusur rumput yang sudah tumbuh, bukan berarti pihak Kontraktor membuka badan jalan baru. Sebab, mereka hanya membersihkan hingga masuk Desa Wailoba. (Red)

 

Komentar