oleh

Pulau Taliabu Masuk Daerah Rentan Rawan Pangan di Malut

BOBONG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Taliabu, Drs. La Ode Hazidin menyampaikan bahwa sampai saat ini belum melakukan survei terhadap persoalan pangan di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Dinas Ketahanan Pangan Pulau Taliabu kan baru terbentuk pada bulan Juli 2019 lalu, jadi mengenai survei belum dilakukan ke lapangan karena kami sementara merekrut tenaga-tenaga honorer, makanya di Taliabu ini ditetapkan sebagai salah satu Daerah rentan rawan pangan,” ucapnya.

“Kenapa sampe kita dikatakan rawan pangan, salah satu kriteria yang termasuk rentan rawan pangan adalah air minum di Desa-desa itu, listrik, dan akses jalan. Kenapa begitu, karena untuk mensuplai bahan makanan ke Desa-desa itu terhambat, makanya dia masuk sebagai kategori rentan rawan pangan,” Jelasnya.

Dikatakan Kadis, pernyataan Kadis Ketahanan Pangan Malut itu dinilai belum akurat sebab sampai saat ini belum dilakukan survey.

“Kan kita tau semua ini, bahwa di Taliabu ini tidak ada yang rawan pangan semua, hanya karena persoalan data yang masuk disana saja, masuk di Provinsi itu belum terlalu akurat, dan berdasarkan mereka punya data, mereka dapat dari sini, entah data itu dari mana, karena dari sini kan kita belum menyampaikan data dari sini seperti ini,” tutupnya.

Pernyataan Kadis Ketahanan Pangan Pultab ini, karena beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Utara merilis 3 Daerah yang dikategorikan sebagai Daerah Rentan Rawan Pangan.

Dikutip dari www.aspirasimalut.com, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Malut mengatakan ada 3 Daerah yang rentan rawan pangan yakni Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Pulau Taliabu, dan Tidore Kepulauan, khusunya kecamatan Oba Utara-Oba Selatan. (SB)

Komentar