oleh

Puluhan Warga Gane Barat Serang Kantor PT.PLN Persero Are Saketa

Warga Desa Woasi, Desa Tanjung Jere, Desa Botonam saat Gelar Aksi Depan Kantor PT.PLN Perseroa Area Saketa.

LABUHA, Lintasmalut.net – Puluhan warga yang mengatasnamakan Front Rakyat Anti Pemadaman Listrik (FRAPL) Gane Barat mendatangi kantor PT. PLN Area Saketa kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, Selasa (29/01/19).

Front yang tergabung dari Desa Botonam, Desa Wosi dan Desa Tanjung Jere ini mendesak kepada pihak PT. PLN Area Saketa agar mengaktifkan lampu 1×24 jam, implementasi UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang kelistrikan Serta mempertanyakan pemadaman listrik di sejumlah Desa tersebut.

Kordinator Aksi, Jumadil S. Kacili dalam orasinya meminta kepada Pihak PT. PLN Area Saketa agar segera mengaktifkan kembali lampu yang telah dipadamkan berminggu-minggu, serta mengaktifkan lampu 1×24 jam.

“PT.PLN Area Saketa agar segera mengaktikan kembali pemadaman lampu dan kami meminta agar lampu di nyalakan 1×24 jam” Teriak Jumadil.

Sekira 30 menit menyampaikan tuntutan massa aksi kemudian menerobos masuk ke dalam perkantoran, untuk menemui Diretur PT. PLN Area Saketa beruntung di halangi sejumlah Anggota Polsek Saketa, babinsa dan koramil, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan masa aksipun melalui dilegasi dari setiap Desa di fasilitasi menemui Direktur PT. PLN Area Saketa untuk melakukan hering.

Dalam hering Direktur PT. PLN Area Saketa, Muhdi menjelaskan bahwa terjadinya pemadaman listrik di beberapa Desa akibat gangguan jaringan hal ini karena banyak pepohonan Kelapa yang menutupi jaringan listrik namun pihaknya akan tetap berupaya untuk mengaktifkan kembal.

Lanjut Muhdi, terkait tuntutan 24 jam lampu diaktifkan pihaknya mengaku sudah menerima edaran dari pusat namun untuk Area Saketa belum bisa akibat sering terjadi gangguan jaringan dan masih banyak tunggakan masyarakat yang tidak membayar tarif listrik, ungkap Muhdi.

Mendengar penjelasan Diretur PT. PLN Area Saketa dan sempat terjadi perdebatan selama satu jam lebih di ruang Diretur, masa aksipun ahirnya membubarkan diri dan mengancam akan kembali lagi dengan jumlah masa yang banyak bila tuntutan mereka tidak di akomodir pihak PT. PLN Area Saketa.

Dari amatan Lintasmalut.net, massa aksi menggunakan satu unit pic Up dan satu unit truk dilengkapi saon sistem bergerak dari Desa Botonam, Wosi dan Tanjung Jere menuju Desa Saketa dengan menempuh jarak puluhan Kilo Meter. Sekitar pukul 12.15 wit masa aksipun tiba di kantor PT.PLN Area Saketa langsung menyampaikan tuntutan mereka. (Ms)

Komentar