oleh

Ratusan Kasus DBD di Halut, Pemda Tetapkan KLB

TOBELO  – Tiga orang warga di Kota Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, meninggal akibat serangan virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pemerintah kabupaten Halmahera Utara telah menetapkan kasus DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Penyebaran DBD dalam taraf mengkhawatirkan karena jumlahnya terus naik. Maka, telah diputuskan sebagai kejadian luar biasa,” ujar Kadis Kesehatan Halmahera Utara, Muhamad Tapi Tapi, Rabu (12/06/2019).

Ia menuturkan, dalam penanganan kasus DBD ini, pihaknya akan melakukan pengasapan (fogging)
dan membersihkan tempat-tempat yang sering menjadi media bagi nyamuk untuk berkembang biak.” Kita melakukan gerakan membersihkan lingkungan,” ucapnya.

Menurutnya, langkah yang lebih terpadu adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar lingkungan bebas dari jentik nyamuk. “Yang jelas langkah itu harus dilakukan secara bersama-sama antara masyarakat yang terlibat aktif dan jajaran pemerintah daerah dengan berbagai sarananya.” ujarnya.

Ia menyebutkan dalam beberapa hari ke depan akan menggerakkan semua elemen untuk melakukan pergerakan massal membersihkan sarang.”Yang paling penting pencegahan kebersihan lingkungan. Kalau fogging atau pengasapan adalah upaya sesaat,” tandasnya.

Untuk Halut di tahun ini, peningkatan curah hujan dan perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap perkembangan nyamuk yang dapat menularkan virus dengeu dan menyebabkan penyakit DBD. Karena itu, warga diminta segera memeriksa kesehatan jika mengalami demam tinggi.

” Kalau ada warga yang tiba-tiba panas tinggi segera memeriksa kesehatan ke dokter jangan membiarkan karena akan semakin susah ditangani,” imbaunya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sesuai data yang masuk, penderita DBD paling banyak terjadi di kecamatan Tobelo, ” terbanyak di desa Rawajaya, Gamsungi, Gosoma dan Gura, ” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah meminta seluruh Puskesmas dan bidan desa untuk memilih wilayah dari penyebaran DBD.Pertolongan cepat harus dilakukan agar korban tidak bertambah.

 “Seluruh puskesmas dan bidan desa kami meminta siaga karena ini adalah siklus merebaknya DBD,” tuturnya.

Terpisah, Direktur RSUD Tobelo, drg Irwanto Tandaan mengatakan untuk bulan ini pihaknya banyak menerima pasien demam berdarah.

 ” Hampir sebagian besar pasien di RSUD Tobelo mengalami penyakit demam berdarah,” katanya.

Menurutnya, data kasus demam berdarah di RSUD Tobelo sejak bulan Januari 2019 hingga bulan Juni tercatat sebanyak 332 pasien, terdiri dari 253 pasen rawat inap dan 79 pasien rawat jalan.

 ”Ini pasien DBD yang terdata di RSUD Tobelo, diluar dari itu kami tidak tahu,” tandasnya.

Sumber : Halmaheraraya.com

Komentar