oleh

Realisasi DD Pultab Terhalang Cash Flow

Kepala Bank BRI Taliabu Muhammad Iswandi Adam (Foto/Yanto/lintasmalut.co.id)

BOBONG – Dana Desa (DD) se-Kabupaten Pulau Taliabu hingga kini belum juga dicairkan sesuai kebutuhan Desa. Hal ini disebabkan cash flow yang tersedia di BRI Bobong tidak cukup untuk membayar sesuai dengan peremintaan masing – masing Desa di Taliabu, sebagaimana SP2D yang telah di ajukan ke BRI Taliabu.

Kepala BRI Bobong, Muhamad Iswadi Adam ketika di konfirmasi lintasmalut.co.id Senin (27/5/2019) mengatakan, realisaai DD sejatinya BUD harus jauh lebih dulu memberitahukan kepada pihak BRI atas kebutuhan anggaran yang harus di realisasi, sehingga pihak Bank bisa menyediakan sesuai kebutuhan, sebab Cash Flow yang ada di Bank BRI tidak akan memampu membayar sesuai dengan kebutuhan, jika jauh sebelumnya sudah di beritahukan maka kebutuhan realisaai DD akan dapat di antisipasi.

“Intinya DD itu bukan cuma di bayar Rp50 juta, tetapi kita punya Cash Flow itu tidak mencukupi untuk membayar semua sesuai permintaan. Kalau kita hitung per desa itu anggarannya Rp200 juta sekian dikalikan 70 Desa mka totalnya Rp30 miliar, sementara untuk meminta uang di Bank Indonesia (BI) tidak segampang itu, kita butuh waktu,” Jelas Iswandi.

Disatu sisi, Kata Iswandi, masalah letak geografis Taliabu terhalang dengan kendala transportasi, ketika Pemerintah Daerah (Pemda) dari jauh sebelumnya harus memberitahu bahwa, akan ada pembayaran DD, mungkin sebelum itu kita sudah bisa lakukan persiapan untuk cash flownya.

Meskipun demikian, kata Iswandi, pihak BRI tetap siap mengucurkan berapa pun kebutuhan berdasarkan permintaan yang masuk ke BRI, asalkan pemerintah juga, dalam hal ini dinas terkait dapat mengkonfirmasi lebih awal ke pihak Bank agar permintaan yang nilainya besar pun bisa di bayarkan segera, mengingat kondisi geografis Taliabu yang masih sulit dijangkau dengan transportasi.

“Jadi kita tidak harus mematok berapa anggaran yang harus disiapkan, karena kita di perbankan itu juga ada kode etik maksimum kas, harus di jaga. Ketika kas fisik misalnya Rp5 miliar maksimum ketika itu dia overlop berarti itu akan menyebabkan pembayaran giro rendah, ini kan uang tidak berputar, kalau tidak di bayar maka akan mengendap,” Tuturnya.

Untuk menghindari agar anggaran tidak mengendap di Bank, dia (Iswandi) berharap, Pemkab Pulau Taliabu melalui Dinas terkait dapat berkoordinasi lebih awal sehingga pihak bank dapat menyiapkan anggaran sesuai permintaan, sebab persediaan anggaran di BRI Bobong per bulan itu hanya berkisar Rp.10 sampai Rp15 milyar, diluar dari permintaan anggaran seperti DD, AD dan permintaan lainnya yang bernilai cukup besar . (As)

Komentar