oleh

Rekrutmen Tenaga Pendamping BWS Malut Disoal

TERNATE, – rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang diselenggarakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2021 disoalkan.

Sebanyak 250 peserta rekrutmen TPM P3 TGAI yang mengikuti tes tertulis dan wawancara. Lulus tes tertulis sebanyak 73 orang, kemudian tidak lulus wawancara sebanyak 30 orang dan dinyatakan lulus 43 orang.

Dari 43 orang yang dinyatakan lulus itu dinilai cacat inprosuderal dan tidak sesuai dengan aturan main di BWS.

Pasalnya, ada indikasi Panitia rekrutmen memanggil ulang calon pendamping sebanyak 32 orang dari 43 orang yang dinyatakan lulus untuk dilakukan tes ulang tertulis, dan di fasilitasi oleh Panitia rekrutmen TPM P3 TGAI. Padahal, 32 orang itu awalnya nilai mereka tidak memenuhi persyaratan namun mereka di luluskan.

“32 orang yang nilainya tidak memenuhi persyaratan itu dipanggil ulang pada Selasa (2/3). Kemudian dilakukan tes ulang tertulis atau perbaikan lembaran jawaban di kantor BWS pada pukul 17.00 sampai pukul 21.00 WIT. Jadi lembaran jawaban mereka sudah di isi oleh Panitia dan mereka tinggal tanda tangan, isi nama serta nomor test,” ungkap salah satu sumber yang enggan sebutkan namanya, Sabtu (6/3).

32 peserta yang awalnya nilai mereka tidak memenuhi persyaratan dipanggil ulang untuk lakukan tes tertulis di kantor BWS Malut

“Yang di panggil itu hanya orang-orang tertentu saja yang di hubungi. Tidak semua peserta di panggil ulang untuk lakukan tes tertulis,” sambungnya.

Tak hanya itu. Lanjut dia, ada juga indikasi dugaan oknum PNS BWS mengotak-atik formulasi pelamar yang awalnya di tugaskan ke WS Halsel. Namun hasil tes wawancara di tugaskan ke WS Halut.

“Yang melamar ws Halsel adalah Fauji Hi. Gani, Fauji Husen, Amir Yusup dan Riki Somadayo. Namun mereka di tugaskan ke ws Halut, jadi tidak sesuai dengan apa yang di lamarkan,” tukasnya.

Ia juga menilai, hasil rekrutmen ini cacat oleh karena oknum Panitia dan Satker menitipkan orang-orang yang awalnya sudah saling kenal atau punya akses hubungan tertentu.

“Sehingga patut diduga ketika hasil rekrutmen di tahun 2021 ini orang-orang yang lulus itu patut dipertanyakan soal transparasi dan akuntabilitas,” pungkasnya.

Hingga berita ini di publish, belum ada keterangan dari Panitia rekrutmen TPM P3 TGAI BWS Malut. (Alan)

Komentar