oleh

Renovasi Asrama Mahasiswa Halsel di Makasar Diduga Bermasalah

LABUHA – Pekerjaan renovasi Asrama Halsel Makassar Yang dilakukan beberapa waktu lalu diduga bermasalah. Pasalnya, pekerjaan yang dikerjakan CV. Yusran Karya Pratama dengan anggaran sebesar Rp 199.998.000, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019 dikerjakan tidak sesuai.

Ketua Himpunan Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA – Halsel) Ahdar Soleman menuturkan, renovasi Asrama mahasiswa itu menyisahkan masalah yang merugikan mahasiswa diantaranya, pengerjaan plafon yang tambal sulam, tidak ada pemasangat profil sudut plafon di lantai dua, pengecetan plafon yang tidak rapi, daun jendela lapuk yang tidak diganti, kunci pintu setiap kamar yang tidak diperbaiki, bahkan daun pintu utama depan yang lapuk juga tidak kunjung diganti.

“Masa, dengan anggaran sebesar Rp 199.998.000 daun jendala yang nyata sudah rusak dan pintu depan yang lapuk saja tidak bisa diganti,” katanya kepada lintasmalut.co.id, via pesan WhatsApp, Kamis (31/10).

Ahdar mengaku, beberapa waktu lalu pihaknya protes dan sempat beradar di gurup WhatsApp bahwa CV. Yusran Karya Pratama akan melakukan revisi RAB pekerjaan agar item kerja yang tidak dilaksanakan akan dialihkan anggarannya ke item lain sesuai kebutuhan, tetapi hal itu tak kunjung dilakukan.

“Kami sudah mempertahankan hal tersebut kepada pihak CV yang mengerjakan renovasi, dan hasilnya pihak CV akan anggaran itu ke kebutuhan yang lain, namun hingga saat tak kunjung dikerjakan,” ujarnya.

Pasca renovasi dilakukan. Kata Ahdar, Asrama Halsel juga disatroni pencuri yang berhasil membawa kabur tiga buah handphon milik tiga orang tamu Asrama.

“Kan buruk sekali, habis renovasi harusnya keamanan terjaga, masa Asrama langsung dimasuki pencuri dan membawa kabur tiga buah handphon. Soal keamanan tidak menjamin, karena pintu utama memang rusak, daun jendela depan juga rusak parah,” ungkapnya.

“Kami mewanti-wanti revisi RAB yang dijanjikan itu agar item perbaikan daun pintu serta kunci dan daun jendela dapat diganti,” sambungnya.

Ia berharap, Pemkab Halsel agar segera menindaklanjuti persoalan ini, “Kalaupun CV yang tidak mampu mengerjakan pekerjaan di Blacklist saja,” harapnya. (BAF)

Komentar