oleh

Rumah Warga di Oba Terendam Banjir, Pemkot Tikep Dinilai “Tutup Mata”

TIDORE – Banjir meredam ratusan rumah warga di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Senin (6/7/2020).

Intensitas hujan yang tinggi sehingga sungai Kayu Laka meluap. Akibatnya, ratusan rumah warga di Desa Kosa, Desa Koli dan Transmigrasi SP2 terendam, bahkan tanaman milik petani di SP2 juga rusak. Tak hanya itu, air juga melup ke jalan raya sehingga aktivitas lintas Sofifi-Payahe juga lumpuh. Ketinggian air diperkirakan sekitar 1-2 meter.

Salah satu warga Desa Kosa, Gufran Muhlis mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Kosa dan sekitarnya bukan persoalan yang baru dirasakan warga, tetapi suda terus-menerus dirasakan ketika musim hujan.

“Persoalan banjir ini bukan hal baru yang dirasakan, tetapi suda terus-menerus dirasakan warga ketika hujan deras,” katanya kepada lintasmalut.co.id, Selasa (7/7/2020).

Gufran menyebut, hujan deras terjadi mulai Kamis hingga Senin (6/7), sehingga terjadinya banjir dan meredam rumah warga, para penguna jalan juga kesulitan beraktifitas karena ketinggian air menutupi jalan raya.

“Kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan untuk melintasi, warga berpartisipasi gotongroyong untuk angkat motor dan mengarahkan jalan buat mobil,” ujarnya.

Ketua Ikatan Mahasiswa Kosa (IPMK) itu menduga, penyebab terjadinya banjir karena meluapnya sungai Kayu Laka yang berada di belakang Desa Kosa. Sebab, di tahun 2018 Pemkot Tikep mengalokasikan anggaran untuk normalisasi, namun pekerjaan tersebut dikerjakan tidak tuntas sampai ke hilir, sehingga ketika saat musim hujan sungai Kali Laka pun meluap di rumah warga hingga ke jalan raya.

“Penyebab banjir ini karena normalisasi sungai Kayu Laka, di tahun 2018 lalau Pemkot Tikep alokasikan anggaran untuk normalisasi. Tapi tidak tuntas, sehingga saat hujan warga yang kena dampak,” ungkapnya.

Ia menilai, Pemkot Tikep seolah-olah menutup mata dan tidak mancari solusi untuk menangani masalah banjir. “Pemkot Tikep terkesan menutup mata,” ujarnya.

Gufran juga mendesak Pemkot Tikep segera mungkin mengatasi banjir tersebut, jika tidak maka dipastikan dapat mengganggu aktifitas warga.

“Pemkot Tikep sesegara mungkin mengatasi, jika tidak kami pastikan aktivitas warga terganggu,” pungkasnya. (Tim/red)

Komentar