oleh

Satker PJSA BWS Malut Kerjakan 7 Proyek di Tahun 2021

TERNATE, – Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Sumber Air (Satker PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementrian PUPR berhasil selesaikan tiga proyek pembangunan di tahun 2020 dengan tepat waktu.

Tiga proyek itu diantaranya, pembangunan tanggul dan perbaikan sungai Amasing Kali di Kabupaten Halmahera Selatan, Pembangunan breakwater di Kota Ternate dan Embung di Gurabati Tidore.

Kasatker PJSA BWS Malut, Mustafa mengatakan, pada tahun 2020 capaian kegiatan di BWS Malut khususnya Satker PJSA meliputi pengamanan banjir, pengamanan pantai dan pembangunan bendungan.

“Alhamdulillah proses pekerjaan tidak ada kendala, dan kami mendapat dukungan oleh Pemda setempat yang antusias membantu dalam hal melaksanakan kegiatan pembangunan 2020 dari Kementerian PUPR melalui Balai Sungai Wilayah Malut,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/1/2021).

“Pekerjaan tiga proyek tersebut juga di percepat pembangunannya sebulan dari waktu yang ditentukan. Lebih cepat empat bulan daripada waktu yang sudah ditentukan,” sambugnya.

Mustafa bersyukur pihaknya bisa melaksanakan kegiatan dengan cepat dari waktu yang direncanakan, pembangunan di tahun 2020 dengan kondisi Covid-19 pihaknya pun lakukan pekerjaan sesuai protap serta bekerjasama dengan semua Puskesmas setempat.

“Kita juga berdayakan tenaga-tenaga pengangguran yang memang kena dampak Covid-19, untuk bekerja dan alhamdulillah semua yang BWS pekerjaan sehat walafyat dalam melaksanakan kegiatan itu tidak ada yang kena Covid-19,” ungkapnya.

Sementara di tahun 2021. Kata Mustafa, khusus untuk PJSA mendapat pemambahan sebanyak 7 paket proyek pembangunan yang tersebar di Maluku Utara.

“Kami ada tujuh kegiatan tersebar diantaranya, pembangunan di pantai Tidore, Pembangunan drainase primer di Sofifi, pembangunan tanggul perbaikan sungai Tolabit, Perbaikan tanggul dan perbaikan sungai Tutuling di Haltim, pembangunan pengaman pantai Weda di Halamahera Tengah, pembangunan tanggul dan perbaikan sungai Kayu Laka di Tidore, disitu termasuk paling penting juga sebab hampir setiap tahun banjir serta yang terakhir pembangunan pengaman pantai buho-buho di Morotai,” ujarnya.

Ia berharap, mudah-mudahan kegiatan menormalkan sungai semoga bisa lebih baik dan bisa lebih terkendali banjir maupun pantai di setiap tahun.

“Sudah banyak yang di programkan dan diusulkan, tetapi ketersediaan anggaran yang terbatas jadi kita menyesuaikan sesuai yang dianggarkan, semoga kedepan bisa terakomodir,” harapnya.

“Proses tender/lelang mungkin mulai bulan January, jadi kemungkinan besar akhir January atau awal February kita kontrak langsung kegiatan kita dilaksanakan,” pungkasnya. (Alan)

Komentar