oleh

Sebarkan Hoax, Akun Facebook Purnomo Ahmad Dipolisikan

-HUKRIM-1.465 views

TIDORE – Pemilik akun facebook Purnomo Ahmad resmi dipolisikan karena diduga menyebarkan fitnah dengan mencatut nama Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen.

Postingan yang ditulis pemilik akun tersebut menyebutkan pada saat itu terdapat salah satu ajudan Wawali sedang melaksanakan sholat di Mushollah Rabadofo, Kelurahan Guraping, sehingga ditanya oleh imam Mushollah tentang identitas yang bersangkutan sebelum melakukan sholat berjamaah.

Ironisnya, dalam percakapan tersebut, Purnomo menuliskan bahwa adanya kegiatan batal bersama yang dilakukan oleh Wawali ditengah-tengah pendemi corona, sehingga mendapat protes dari Imam Mushollah Rabadofo dan kekesalan dari warga masyarakat, padahal diwaktu tersebut tidak ada kegiatan batal bersama.

Mendengar informasi yang simpang siur akibat perbuatan Purnomo yang terkesan memfitnah serta memprovokasi publik melalui Media Sosial (Medsos), Fadli Abd Kadir, salah satu warga kelurahan Guraping kemudian melaporkan postingan Purnomo ke pihak kepolisian.

Fadli mengatakan, tujuan agar Purnomo dapat bertanggungjawab dengan apa yang dia maksudkan. Fadli mengaku, pada saat sholat berjamaah dimalam tersebut ia juga melaksanakan sholat di mushollah, bahkan Fadli sendiri yang memberitahukan kepada Imam bahwa Zul merupakan ajudannya Wakil Walikota.

“Saya mengambil langkah seperti ini agar masyarakat tidak dibuat resah dengan informasi hoax, kita wajib berikhtiar dan berhati-hati, tetapi tidak baik kalau kita memfitnah. Untuk itu, masyarakat agar tidak terprovokasi lebih jauh, maka sebaiknya persoalan ini kita selesaikan melalui jalur hukum biar ada kejelasan yang sebenarnya,” katanya usai mengadukan Purnomo ke Polsek Oba Utara, Senin (4/5/2020).

Postingan Purnomo Ahmad di akun Facebook miliknya

Fadli berharap, Purnomo agar dalam menghadapi pandemi corona ini, sebaiknya disaring informasi yang baik dan benar sebelum disebarkan. “Sehingga dengan begitu tidak membuat masyarakat menjadi panik dan takut,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Zul. Ia mengaku, pada saat itu Wawali tidak melakukan batal puasa bersama, safari ramadhan atau melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang sebagaimana yang dituliskan dalam postingan Purnomo melainkan sebatas rapat koordinasi.

“Saat itu tidak ada batal bersama, melainkan sebatas rapat koordinasi di kediaman Kepala Puskesmas Galala, dan dalam rapat itu juga yang hadir cuma Pak Wakil, Komandan Batalion (Danyon) Kompi A Brimob Polda Malut dan ibu Kapus itu sendiri,” tukasnya.

Hanya saja. Kata Zul, ketika jelang buka puasa dirinya melaksanakan sholat magrib di mushollah tersebut dan imam di mushollah itu menjalankan protap kesehatan yakni belum menerima jamaah dari luar.

“Saya jelaskan bahwa saya adalah ajudan Pak Wakil dan sudah sebulan berada di Oba bersama-sama dengan Pak Wakil, sehingga suasananya berjalan seperti biasa dan saya juga diterima untuk menjalankan sholat magrib berjamaah,” ungkapnya.

Terpisah, Bripka Nahrawai kahar mengatakan, pengaduan yang dibuat Fadli Abd. Kadir ini akan diteruskan ke pihak Reskrim Polsek Oba Utara untuk ditindaklanjuti.

“Untuk laporan polisinya nantinya akan dibuat oleh pihak Reskrim Polsek Oba Utara selaku penyidik,” pungkasnya. (Anty)

Komentar