oleh

Sekwan Polisikan Oknum Anggota DPRD Kepsul dari Partai PKS

SANANA, Lintasmalut.net –  Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Kepulauan Sula,bersama dua orang saksi melaporkan oknum anggota DPRD Kepulauan Sula Komisi II dari PKS berinisial IY terkait tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan di ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepulauan Sula Jalan Jenderal Besar Soeharto Desa Fatce Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula,Provinsi Maluku Utara(Malut) Selasa (04/11/ 2018) pukul 15.30 wit.

Pasalnya, IY  sempat emosi terkait kreditnya dengan sekwan, IY  naik pitam dan  langsung menghamburkan berkas yang berada diruangan sekwan, dan mengeluarkan kata- kata kotor atau penghinaan seperti (maaf) cukimai, lubang puki, anjing, babi hingga sekwan bodoh.

Namun Sekwan DPRD Kepulauan Sula  Lily Hirawati Tomaidi(42) bersama stafnya Masud Sapsuha dan Ruaida Buamona turut mendengar perkataan tersebut yang di ucapakan oleh oknum anggota DPRD tersebut,sehingga melaporkan  ke Polres Kepulauan Sula terkait dengan kejadian tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan atau penghinaan yang di lakukan oknum anggota DPRD Komis II Kepulauan Sula, IY  dari PKS.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wit di kantor DPRD, Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula.

Korban merasa di rugikan dan tidak terima dengan perkataan IY sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polres Kepulauan Sula agar IY dapat di proses dengan hukum yang berlaku di NKRI.

Tidak perlu dipublikasikan, baik di media cetak maupun media online, kalau terkait dengan klarifikasi ya sampai di kantor, mekanisme dia (sekwan) sampai ada di DPRD juga masih dipertanyakan, dan itu melanggar Undan-undang, ” kata IY saat dikonfimasikan sejumalah wartawan melalui Via Telfon.

Sementara Kanit SPKT Shif C Bripka Sirajudin yang mewakli Brigpol M.Pora ketetika diwawancarai awak media di ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)
membenarkan bahwa ada laporan dari sekwan DPRD Kepulauan Sula Lily Hirawati Tomaidi bersama dua orang staf yang melaporkan dan kami langsung menerima laporan dan kami membuat laporan Polisi dan Surat Tanda Terima Laporan
(STTL)  dangan perbuatan tidak menyenangkan atau penghinaan, “ucapnya Brigpol M.Pora.

Sumber : Beritalima.com

Komentar