oleh

Sekwan Tunjukkan Sikap Tempramen, Cegat dan Mencekik Leher Wartawan Saat Meliput RDP

Sekertaris Dewan DPRD Halbar, Hadija Sergi (Foto:Istimewa)

JAILOLO – Sikap tidak terpuji kembali ditunjukan Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Hadija Sergi.

Ketika tiga wartawan Online yakni Asirun Salim (wartawan Pos Berita Nasional), Anwar (wartawan Koridorzone) dan Amri (wartawan koran malut) hendak melaksanakan peliputan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II bersama warga Desa Payo Kecamatan Jailolo, tentang kasus penjualan Rastra di ruang aula Baggar lantai II DPRD Halbar, Selasa (25/6/2019).

Awalnya Asirun Salim hendak masuk ke ruangan rapat dengan tujuan melakukan peliputan RDP, namun salah satu staf Sekwan Abdul Talama Teki, melarang untuk melakukan peliputan dan menyuruh wartawan untuk mengambil gambar dibalik kaca pintu masuk ruang rapat.

“Masa kita disuru ambil gambar lewat kaca pintu seperti orang pencuri,”singkat Asirun.

Permintaan staf Sekwan ditolak oleh Asirun sehingga terjadi adu mulut antara staf dan tiga wartawan tersebut, bahkan wartawan diusir dari ruang pertemuan. Mendengar adu mulut antara staf Sekwan dan wartawan. Sekwan Hadija Sergi yang berada di dalam ruang rapat tiba tiba keluar dan bukan melerai, malah menunjukan sikap temperamental dan kemudian memarahi wartwan.

“Kalian harus tau, kita disini punya tatip dan itu kewenangan staf jika melarang kalian untuk peliputan, ada rapat yang sifatnya terbuka dan tertutup, kalau ini (RDP/red) rapat tertutup jadi kalian harus tau itu, kalian punya tatip kami juga punya,”cetus Sekwan dihadapan wartawan.

Adu mulut antara Staf Sekwan dengan wartawan Pos Berita Nasional, Asirun Salim (Kaos Biru)

Setelah adumulut dengan Sekwan, tiba tiba salah satu staf atas nama Muslim Usia datang dan membentak wartawan dengan bahasa bahwa DPRD adalah rumah PNS, mereka punya hak mengusir wartawan, sambil mencekik Asirun.

Sementara itu, ketua Komisi I DPRD Halbar Djufri Muhammad kepada sejumlah wartawan usai insiden berharap K@jih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Untuk menjalin hubungan keharmonisan antara Pers dengan lembaga DPRD kami meminta agar persoalan ini di selesaikan dengan pikiran dingin, kami minta maaf atas tindakan tidak menyenangkan yang di lakukan staf kami,”harapnya.

Terpisah Ketua K@jih, Samsudin Chalil menyayangkan sikap Sekwan Hadija Sergi, menurut Samsudin, hubungan kemitraan antara Pers dan DPRD selama ini tidak ada masalah, namun sering terjadi kisruh dengan staf Sekwan sehingga pimpinan DPRD sudah harus mengambil sikap karena baik buruknya lembaga DPRD itu tergantung pada pelayanan di bagian Sekretariat Dewan.

“Kita tidak pernah bermusuhan dengan anggota maupun pimpinan DPRD, namun sikap staf di DPRD yang terkesan tidak punya etika,”ujarnya.

Pekerjaan jurnalis sudah diatur jelas oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999, pastinya sudah jelas dan diketahui oleh Sekwan. Bahkan UU tentang keterbukaan informasi publik juga sudah jelas sehingga apa yang harus ditutupi dalam rapat RDP, apalagi RDP itu membahas tentang laporan masyarakat.

“Kami bisa maklumi, jika rapat tersebut menyangkut pembahasan internal DPRD. Tapi RDP ini kan rapat antara masyarakat dan wakil rakyat, masa wartawan dilarang meliput atas kejadian tersebut, kami dari K@JIH akan melakukan pertemuan untuk mengambil tindakan hukum,”tegasnya. (Jojo)

Komentar