oleh

Sempat Dikarantina, Kades Pelita “Bohongi” Tim Gustu Halsel

LABUHA – Ada ada saja tingkah laku Kepala Desa Pelita, Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Sabrun Usman yang juga sebagai ketua tim Satgas Covid-19 Desa Pelita. Pasalnya. Sabrun Usman diduga membahayakan keselamatan warganya dengan menjemput pengusaha kayu log di Kota Ternate beberapa waktu lalu. Padahal, wilayah Kota Ternate menjadi salah satu dari 10 Kabupaten kota yang termasuk zona merah Covid-19.

Informasi yang di himpun lintasmalut.co.id, Sabrun Usman tiba di Desa Pelita pada Senin (1/6/2020) kemarin. Ia diketahui tidak menjalani karantina mandiri malah menghadiri rapat terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersama warga dan mahasiswa Desa Pelita yang hingga kini belum juga di salurkan Pemdes setempat. Namun semua Desa di Halsel sudah menyalurkan BLT ke masing-masing warga penerima.

Sabrun Usman juga diketahui Sabtu, (30/5) akhir pekan kemarin sempat menjalani karantina di Rumah Susun (Rusunawa) di Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan karena diketahui menjemput salah satu pengusaha kayu log dari Kota Ternate menggunakan Loangboat Desa.

Sekertaris Tim Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Halsel, Daud Djubedi mengatakan, setelah dikarantina kurang lebih dua hari, Sabrun Usman menjalani rapid tes dengan hasil non reaktif dan akhirnya di pulangkan tim Satgas dengan syarat harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

“Kades Pelita sudah di rapid test dan dinyatakan non reaktif, maka tim satgas Covid-19 pulangkan untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Kamis (4/6/2020).

Mantan Kabag Humas itu menegaskan, Jum’at (5/6) dini hari tim Satgas Covid-19 akan mengeluarkan surat pemanggilan sekaligus menjemput Kades Pelita karena dianggap melanggar ketentuan tim Satgas dengan tidak menjalani karantina mandiri.

“Yang bersangkutan akan kita buat surat pemanggilan sekaligus menjemput, karena melanggar ketentuan tim Satgas dengan tidak menjalani karantina mandiri,” tegasnya.

Terpisah, Syadri Amin Rusdi salah satu warga Desa Pelita dengan tegas meminta Bupati Bahrain Kasuba agar memberikan sanksi tegas terhadap Kades Pelita yang dengan sengaja melanggar aturan yang sudah di tetapkan Pemda maupun tim Satgas Covid-19.

“Saya sebagai warga Desa Pelita, meminta kepada Pak Bupati agar memberikan sanksi tegas terhadap Kades Pelita, karena dengan sengaja melanggar aturan yang sudah di tetapkan Pemda maupun tim Satgas Covid-19. Apalagi Kades sebagai ketua tim Satgas Covid-19 di Desa Pelita,” pungkasnya. (BAR)

Komentar