oleh

Soal Proyek Jalan Waitinagoi – Woiloba, Kontraktor dan Pengawas Saling Salahkan

Direktur PT. Amarta Mahakarya, Abraham (Kaos biru) saat di wawancarai awak media (Foto:Mr.f/lintasmalut.co.id)

SANANA – Direktur PT. Amarta Mahakarya (Kontraktor) Abraham, membantah dan menyalahkan peryataan Damir selaku pengawasnya dilapangan yang memberikan informasi ke awak media terkait proyek pembangunan ruas jalan Waitinagoi-Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) telah putus kontrak, itu tidak benar.

Abraham menyebut, proyek tersebut belum dilakukan pemutusan kontrak seperti apa yang disampaikan pengawas.

“Ngak ada, jadi pekerjaan itu ada adendum bisa cek. kemarin Polres juga sudah periska berkas jadi semuanya ada jadi informasi yang disampaikan pengawas kita Damir itu tidak betul makanya kemarin kita baca berita itu kok aneh ni. saya telpon Damir kamu cerita masalah proyek, dia jawab gak cerita soal itu,”uncapnya saat ditemui awak media, Jum’at (28/6/2019).

Abraham menjelaskan, proyek jalan Waitinagoi-Wailoba yang di anggarkan Rp. 11.5 Milar untuk 16 Kilo Meter (Km) itu belum dilakukan pemutusan kontrak, pihak perusahan masih diberi waktu dari desember 2018 hingga maret 2019.

“Kalau pekerjaan sudah putus kontrak berarti pekerjaan sudah selesai, untuk pekerjaan 13 km sudah selesai, makanya yang kita kerja sekarang itu lanjutan yang 3 km itu agar tembus sampai di Desa Wailoba. pekerjaan lanjutan akan kami kerjakan dengan sisa anggaran 50 persen yang sudah cair itu, tapi sisa anggaran 50 persenya lagi belum cair dan kami akan usahakan untuk cair,”jelasnya.

“Terkait dengan penggusuran jalan perusahan loging itu benar tetapi tidak semua jalan perusahan yang gusur, tetapi ada juga yang kami gusur buat pelebaran, itu artinya ada pembongkaran jalan baru. misalnya dulu jalan perusahan loging itu sempit antara gunung dan jurang sekarang kami sudah perlebar itu yang dinamakan penggusuran atau pekerjaan baru ditambah dengan pekerjaan galian,”tambahnya. (Mr.f)

Komentar