oleh

SPG Malut Desak Polda Usut Tuntas Penembakan Terhadap 3 Orang Petani Kopra

TERNATE, Lintasmalut.net – Serikat Petani Galela (SPG) Kabupatem Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara Mendatangi Mapolda Malut Rabu (12/12/2018) Kedatangan puluhan masa aksi yang menggunakan sebuah truk di lengkapi soun sistem ini mendesak Polda Malut mengusut tuntas penembakan terhadap 3 orang petani di 10 Desa Kecamatan Galela Kabupaten Halut pada 17 September 2018 Lalu.

Kurang lebih dua jam berorasi masa aksi kemudian mencoba menerobos masuk untuk menemui Kapolda Malut, aksipun sempat memanas beruntung Kasat Intelkam Polres Ternate Saiful Egal menemui masa aksi dan berkoordinasi dengan pihak Polda Malut.

Masa aksipun di izinkan menemui Kabid Propam Polda Malut AKBP Susanto, S. iK. bersama Kabid Humas AKBP Hendri Badar, mewakili masa aksi Yulia Pihang yang juga Kordinator Aksi, Suharjono Buturu dan Arifin Biramasi, dalam hering Kabid Propam Polda mengaku sudah berkordinasi dengan kasi Propam di Halmahera Utara, “terkait kasus ini pada Bulan desember ini sudah bisa di sidangkan,”ujar AKBP Susanto. S.iK

Lanjut Kabid Propam Terkait Penembakan agar tidak sala tafsirkan secara luas karena bisa jadi masyarakat menilai penembakan dengan peluru tajam dan sebagainya, menurt Kabid Propan setelah pengecekan ternyata pantulan penembakan gas air mata,”katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar menyampaikan bahwa apa yang di lakukan Polres Halut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) namun yang di persoalkan adalah kasus pemukulan warga dan pihaknya sedang menunggu prosesnya dari polres Halut, menurut, Hendri, “ini hanya miskomunikasi dengan pihak Polres Halut dengan Korban”ujar Hendri.

Setelah hering Massa aksipun sekitar pukul 03.00 wit membubarkan diri dengan tertib.

Sekedar diketahui, terkait kasus pemukulan, terjadi pada tanggal 28 November 2018 lalu saat aksi penuntutan naikan harga kopra di Kantor Bupati Halmahera Utara, sementara korban adalah warga Desa Lgobula Kecamatan Galela Selatan yang di ketahui bernama Hayun (52), Sementara untuk korban penembakan Gas air mata kepada Yulianus Bokako terjadi pada tanggal 19 Septembet 2018 di depan kantor Bupati Halmahera Utara. (Edet/Vi)

Komentar