oleh

Suara Tidak Capai Target, Caleg Ini Minta Sumbangan Duka Dikembalikan

Ilustrasi

HALTIM – Salah seorang calon anggota DPRD dari Partai PAN nomor urut 2 Dapil II Wasilei Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Muhammad Tomagola meminta uang beresta beras duka yang disumbangkan kepada Hamadin Jabar (45) pada saat anaknya yang ke 3 atas nama Risal (17) meninggal dunia karena kecelakaan sejak tanggal 19 Maret di Desa Nusa Ambu RT/RW 03/02 agar dikembalikan.

Sebagai bentuk tanggungjawab yang manusiawi, tidak terkecuali Hamdan melakukan hal sama. Pada hari ke tiga meninggalnya (Almarhum Faisal) Muhammad Tomagola menyampaikan bantuan duka kepada pihak keluarga Hamdan sebagai bentuk kepedulian bersama yang menurut Hamdan bantuan tersebut tidak ada unsur politik, sehingga Hamdan menerimanya yakni beras 25 kg sebanyak 10 sak dan uang senilai Rp. 1.200.000 (Satu juta dua ratus ribuh Rupiah) untuk diperlukan dina (Almarhum Faisal/red).

Desakan dikembalikannya uang dan beras tersebut lantaran suara yang di targetkan Muhammad Tomagola di Desa Nusa Ambru tidak mencapai target.

“Sebelum pemilihan itu dibentuk tim dan pendukung kemudian suara di targetkan sebanyak 58, anak saya meninggal mereka bantu beras 10 sak dan uang Rp. 1.000.000, setelah selesai dina 44 pas malam hari H pemilihan mereka kasih saya Rp. 200.000 dan saat perhitungan, suara yang ditargetkan dari 58 itu hanya 29 suara,”katanya saat dikonfirmasi lewat via telepon, Jum’at (26/4/2019) pukul 01.34 WIT kemarin.

Hamadin menambahkan, pada hari jum’at (19/4) Tim Sukses (Timses) atas nama Surijan Sabtu yang tidak lain adalah warga Desa Nusa Ambru atas perintah Muhammad Tomagola datang dirumahya sekira pukul 11.30 WIT mengancam dan menyuruh agar sumbangan duka tersebut dikembalikan.

“Hari jumat itu dari Timses Muhammad Tomagola mereka ancam saya dan suru tukar beras, mereka bilang karena ngana (kamu) punya anak meninggal itu dari torang (kami) yang kasih,”ungkapnya.

Tidak hanya itu, anak Hamadin perempuan ke 4 inisial S (16) yang sementara duduk di bangku kelas 2 SMA di sofifi juga diusir dari rumah Muhammad Tomagola yang ada di Sofifi.

Atas tindakan tersebut Hamadin pekerja petani dan Ayah lima anak ini tidak menerima dan merasa malu terhadap Masyarakat sehingga melaporkan ke Panwas Kecamatan, Sabtu (20/4/2019) beberapa waktu lalu dengan tuntutan, pihak Panwas dan Bawaslu Haltim segera memproses perkara ini, menuntut pencabutan dukungan politik yang sudah diberikan kepada Muhammad Tomagola dan memohon secara prosedural kepada Bawaslu hingga ada kepastian dan keadilan dalam hukum pemilu.

Hingga berita ini dipublish, pihak Panwas Kecamatan di hubungui berulang kali lewat telepon +621254xxx guna meminta keterangan terkait tindak lanjut laporan Hamadin, namun tidak bisa di hubungi. (Alan)

Komentar