oleh

Sudah 71 Kali Gempa Bumi di Halsel

 

LABUHA – Gempa magnitudo yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel)  sejak kemarin hingga saat ini terhitung sudah puluhan kali. Namun, gempa susulan itu tetap tidak berpotensi tsunami.

Kepala BMKG Halsel,  Eko Wijayandi ketika dikonfirmasi wartawan media ini terkait gempa susulan ini dia menjelaskan bahwa gempa magnitudo sejak kemarin hingga saat ini sudah sekitar 71 kali gempa.

“Update gempa susulan Halmahera Selatan per tanggal 15 Juli 2019 pukul 16:00 WIT jumlah gempa bumi susulan sebanyak  71 kali,” ujar Eko Wijayandi via watshap.

Lanjut Eko, meski ada gempa susulan tetapi tidak berpotensi tsunami. Namun, pihaknya menghimbau kepada warga Halmahera Selatan untuk tetap waspada.

“Gempa tidak berpotensi tsunami tapi kita harus iktiar dan waspada saja. Masyarakat tetap tenang dan jangan panik,” ujar Eko.

Sementara itu, update informasi Reporter www.lintasmalut.co.id pasca Gempa di Halmahera Selatan  hingga pukul 14.00 WIT pada 15 Juli 2019 dini hari, sebagai berikut  ;

Korban meninggal dunia,:

  1. Nama : Aisyah (Umur : 54 tahun, asal desa Ranga-Ranga Kec. Gane Barat Selatan) akibat tertimpa bangunan.
  2. Nama : Aspar Mukmat (Umur 20 tahun, desa Gane Dalam Kec. Gane Timur Selatan) akibat tertimpa bangunan.
  3. Nama : Sagaf Girato (Desa Yomen Kec. Joronga) akibat tertimpa bangunan.

Data kerusakan bangunan pasca gempa (informasi  dari warga) :

  1. 4 rumah rusak parah dan 15 rumah rusak ringan dan sedang di desa Wayatim Kec. Bacan Timur Tengah dan 1 korban Bayi luka-luka atas nama Muhammad Rifai (umur 3 bulan) akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
  2. 6 rumah rusak sedang di Wayaua Kec. Bacan Timur.
  3. 3 rumah rusak sedang di desa Bibinoi Kec. Bacan Timur Tengah.
  4. 20 rumah rusak sedang dan ringan di desa Doworo Kec. Gane Barat Selatan.
  5. 14 unit rumah rusak sedang Desa Nyonyifi Kec. Bacan Timur.
  6. 40 unit rumah rusak sedang di desa Ranga Rangga Kec. Gane Timur Selatan
  7. Dermaga dan bangunan ruang tunggu di Pelabuhan Babang Kec. Bacan Timur mengalami retak ringan.
  8. 2 unit rumah rusak parah di desa Liaro Kec. Bacan Timur Selatan.
  9. 7 unit rumah rusak sedang di desa Dolik Kec. Gane Luar.
  10. 4 unit rumah rusak sedang dan 2 jembatan putus di desa Saketa Kec. Gane Barat.
  11. 10 unit rumah rusak berat dan sedang, 1 unit masjid rusak berat di Gane Dalam Kec. Gane Timur Selatan.
  12. Sekitar 160 unit rumah rusak berat di desa Yomen, desa Kurunga dan desa Kukupang Kec. Joronga.

Data sementara kerusakan bangunan yang dikutip dari  BPBD Halmahera Selatan  :

  1. Kerusakan rumah warga tersebar di sejumlah desa di wilayah Gane dan Bacan diantaranya di Desa Ranga-Ranga 300 unit, Desa Gane Dalam 380 unit, Desa Sawat 6 unit, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuo 10 unit, Desa Liaro 20 unit, Desa Tomara 40 unit dan Desa Tanjung Jere 2 unit. Dari total rumah warga ini dalam kondisi rusak berat.
  2. Kerusakan lain-lain, di Desa Ranga-Ranga terdapat dua unit sekolah mengalami rusak berat dan satu unit rumah ibadah gereja rusak berat. Sedangkan di Desa Gane Luar 3 unit sekolahan rusak berat dan 1 unit masjid rusak berat.

Jumlah pengungsi:

  1. Di Masjid Raya Halsel sebanyak 25 orang sebelumnya 400 orang, warga sebagian sudah kembali kerimah masing-masing.
  2. Di Aula Kantor Bupati Halsel sebanyak 10 orang sebelumnya sekitar 80 orang, warga sebagian sudah kembali kerimah masing-masing.
  3. Di Kantor DPRD Halsel : Nihil (warga sudah kembali ke rumah masing-masing).
  4. Di desa Ranga Rangga Kec. Gane Timur Selatan sekitar 100 orang (warga mengungsi didataran tinggi).
  5. Di desa Doworo Kec. Gane Barat Selatan.l sekitar 80 orang (warga mengungsi didataran tinggi).
  6. Pada Pukul 10.40 WIT, Tim Terpadu Kab. Halsel terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Dinkes, Dinsos, PUPR, Satpol PP, BMKG dan PMI Halsel berangkat menuju wilayah Gane dan Bacan bagian Timur atau didaerah-daerah yang terkena dampak gempa untuk mendata kerusakan bangunan maupun korban, serta untuk memberi bantuan seperti terpal, tiker, makanan/minuman dan obat-obatan.

Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan :

  1. Membentuk tim terpadu dan posko penanganan bencana alam.
  2. Menyiapkan tempat pengungsian dan tenaga medis.
  3. Mengecek langsung wilayah dampak gempa, korban dan warga yang mengungsi.
  4. Memberikan bantuan seperti tenda, selimut, makanan/minuman dan obat-obatan.

Permasalahan

Belum termonitornya seluruh kerusakan bangunan, korban dan jumlah pengungsi disebabkan karena kendala jaringan yaitu diwilayah Gane sebagian daerahnya tidak terdapat sinyal.

Laporan : Irfan Abd Rahim

Reporter Media Online www.lintasmalut.co.id lansung dari Halmahera Selatan.

Komentar