oleh

Sultan Tidore Murka Atas Misi Terselubung YBSN dan YGMDM

Sultan Tidore Husain Alting Sjah saat orasi pada aksi bela Aqidah Islam di depan Masjid Al-Munawar Ternate (foto/ist/Faris)

TERNATE, Lintasmalut.net – Seruan bela Aqidah Islam, ribuan warga Maluku Utara (Malut) yang dipimpin langsung Sultan Tidore Husain Sjah, gelar aksi demonstrasi di depan Masjid Al- Munawar Ternate, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Jumat (1/3/2019) pukul 13:30 WIT. Aksi yang menggunakan sebuah truk dilengkapi sound system, sebagai bentuk protes atas Karnaval Merah Putih di Pulau Morotai serta kegiatan serupa yang terjadi di Tikep.

Kemurkaan Sultan Tidore Husain Alting Sjah, pada Aksi yang di gelar usai ibadah Jum’at itu sebagai respon terhadap gerakan pemurtadan yang berbalut kegiatan festival merah putih dan sosialisasi Anti Narkoba dan seks bebas di kalangan anak SD, SMA yang dilakukan Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Yayasan Garda Mencegah Dan Mengobati (YGMDM) di Kabupaten Pulau Morotai serta di Kota Tidore beberapa waktu lalu.

Sultan Tidore Husain Sjah dalam orasinya, mengingatkan Bupati Pulau Morotai Beni Laos, agar selalu menjaga kesejukan dan ketentraman serta tidak mengeluarkan stetmen yang dapat meretakan hubungan sosial diantara Ummat beragama di Malut,” jelasnya,” Sultan Tidore.

Sultan Tidore juga mengimbau pada seluruh masa aksi untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan serta menyampaikan salam pada saudar-saudara yang ada di Morotai agar tidak terprovokasi dengan kasus yang terjadi.

Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Malut, Hasby Yusuf mengatakan warga Malut terkejut dengan kegiatan yang bertujuan pemurtadan terhadap anak-anak muslim di Pulau Morotai, Ternate, Tidore dan beberapa wilayah di Malut yang dilakukan oleh Yayasan Barokah Surya Nusantara (YBSN) dan Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM). Kegiatan yang berlabel sosial, kemanusiaan dan festival kebhinekaan dikemas dalam bentuk Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas, bagi siswa-siswi SD hingga SMA dan sederajat ini, telah disusupkan kegiatan agama tertentu.

“Organisasi tersebut melakukan sosial, kemanusiaan seakan mempromosikan kebhinekaan dengan tema “Indonesia dan Karnaval Merah Putih” tetapi justeru merusak sendi-sendi kemajemukan dan kerukunan antar umat beragama di Malut,” Tutur Hasby Yusuf dalam orasi singkatnya.

Pihaknya juga meminta kepada Bupati Pulau Morotai, Diknas pulau Morotai UPTD cabang Provinsi Malut serta YBSN dan YGMDM dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan itu harus di minta pertanggung jawabannya dan di sampaikan secara publik terhadap semua umat beragama khususnya umat Islam yang ada di Malut. Jelas,” Hasbi Yusuf.

Umat Islam yang tergabung dalam aksi Bela Aqidah Islam, mengutuk keras kegiatan pemurtadan atas nama apapun, karena gerakan pemurtadan adalah bentuk kegiatan yang jelas mencedrai Aqidah Islam, sebab kegiatan yang di lakukan di Morotai adalah bentuk provokasi imana, maka dari itu Polda Malut harus bertindak cepat untuk mengatasi ketegangan yang terjadi agar tidak terjadi konflik antara umat beragama.(Fs/red)

Komentar