oleh

Tak Ada Sosialisasi, Sopir Angkot Keluhkan Pas Masuk Pelabuhan Babang

Pelabuhan Babang Kecamatan Bacan Timur

LABUHA- Kinerja petugas penagih pas (karcis) di Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP)  Babang Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara akhir-akhir ini mulai dikeluhkan.

Sejumlah sopir angkutan (angkot) umum dan sopir pangkalan berplat hitam kepada Wartawan media ini menuturkan bahwa, pembayaran pas masuk dengan pas keluar itu nilainya berbeda sehingga mereka merasa heran karena tidak ada penjelasan dari petugas kenapa bisa berbeda.

“Kalau kapal berangkat dari Babang ke Ternate itu petugas minta pas masuk Rp. 2500 perorang, tetapi waktu subuh kapal dari Ternate ke Babang, biar penumpang banyak dalam mobil angkot pertugas penagih hanya minta sopir bayar pas keluar cuman Rp. 5000 saja. Jadi kami (sopir) bingung kenapa nilai pas masuk dan keluar pelabuhan beda, “ujar sejumlah sopir angkutan umum

Kepala UPP Pelabuhan kelas II Babang, M. Jufri Rahmat saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/07) terkait keluhan sopir angkutan umum itu dia mengatakan, sudah mengkroscek ke bagian petugas pintu masuk dan memang benar sesuka yang dikeluhkan para sopir. Meski begitu dia mengaku, penagihan nilai pas masuk itu sudah sesuai peraturan Pemerintah.

“Setelah saya cek di bagian petugas pintu masuk bawah memang benar penagihan pas masuk pelabuhan perorang sekali masuk pelabuhan 2500 sesuai peraturan pemerintah,”tandasnya

Sementara untuk pas keluar pada waktu pagi, penumpang tidak dikenakan hanya mobil yang ditagih pas keluarnya.

“Untuk pagi hari penumpang tidak di kenakan hanya mobil kena karna di hitung yg masuk pelabuhan saja yg keluar tidak kena tagihan pas keluar,”ujarnya

Ditambahkan, begitu juga penumpang yg datang tidak di pungut hanya dan hanya berangkat saja yang di tagih pas atau karcis masuk.

“Kalau  belum jelas bole datang ke kantor nanti di jelaskan oleh saya dan  bendahara yang menangani bagian karcis,”imbuh kepada wartawan (van)

Komentar