oleh

Tak Lama Lagi, Halteng Bakal Lahirkan Wisata Baru di Desa Palo

Plt. Kepala Desa Palo, Suryadi Yamin, S.Psi

WEDA, Lintasmalut.net – Desa Polo Kecamatan Patani Timur, Halmahera Tengah (Halteng) Maluku Utara, tak lama lagi akan melahirkan wisata baru yang sangat unik di pantai Siben Mara, dengan memanfaatkan sampah sebagai daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Desa yang dihimpit hamparan pasir hitam dan liukan pantai ini tentu telah mempersiapkan berbagai konsep dan spot yang tak akan kala saing dengan sejumlah wisata di Maluku Utara.

Posisi Pantai Siben Mara desa Palo merupakan pintu gerbang pertemuan tiga jalur utama Patani Barat, Patani Utara dan Patani Timur.

“Kami akan menyulap sampah seperti sabuk kepala, potongan kayu, botol plastik agar dapat menarik wisatawan. Kita tau, sampah adalah musuh kita semua. Jadi sampah ini akan kami poles dengan berbagai macam warna agar indah dipandang wisatawan,” jelas Plt Kades Palo, Suryadi Yamin S.Psi, Sabtu (19/1/2019).

Lokasi Wisata Siben Mara Desa Polo Kecamatan Patani Timur

Selain alam yang indah, masyarakat Palo juga menawarkan dua spot yakni ribuan anak penyu (Tukik) setiap bulan Mei (Musim) dan ratusan ekor belut disebuah kolam yang dinamakan Woyo Bibil atau mata air yang keluar dari tanah.

“Yang akan kami persembahkan kepada wisatawan yaitu, anak penyu (Tukik) yang keluar dari pasir setia bulan Mei. Kemudian di kolam Woyo Bibil ada ratusan belut, kita dapat memberikan makanan menggunakan tangan. Tak perlu takut, karena belut ini sudah jinak,” kata Kades yang biasa disapa Ano.

Perlu diketahui, pantai Siben Mara ini selalu ditimbang angin laut. Memiliki udara segar sepanjang tahun, tanpa ada hiruk pikuk kehidupan kota. Pesona perbukitannya berpayung langit biru, dengan ribuan pohon kelapa yang menjulang tinggi, terlihat indah dipandang mata.

Pepohonan lebat pun bakal menjadi tempat berteduh wisatawan, bentuknya unik dan fungsinya maksimal. Di pinggiran pantai terdapat sebuah goa sejarah pada masa penjajahan Belanda. Disana Wisatawan dapat menikmati hidup dan bercengkerama dengan nyanyian burung pantai, sambil menikmati berbagai menu khas makanan desa.

Airnya jernih, tepat dipinggiran bukit. Didepan pantai terlintas berbagai tanjung dan dua pulau indah yakni, Pulau Sayafi dan Liwo. Fosil-fosil kayu dipinggiran pantai dapat dimanfaatkan sebagai tempat santai bersama keluarga. Disana anda akan menemui puluhan papan bicara dengan berbagai kosa kata jama Now.

“Desa kami ini sangat terpencil di Halteng, masyarakatnya hanya bermata pencarian sebagai nelayan, kalau ada kebun biasanya ditanami kelapa, pala dan cengkeh. Maka dari itu kami bersepakat untuk menyulap desa Palo sebagai desa yang digemari orang (Wisatawan),” ungkap Ano.

“Disini kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyambut para pengunjung dengan keramahan alam dan adat tradisi bumi Fagogoru,” sambungnya.

Bicara wisata, tentu kita harus berbicara anggaran (Dana). Untuk menyulap pantai Siben Mara menjadi tempat wisata ternama di Halteng, khususnya Maluku Utara, Pemerintah Desa Palo telah memporsikan anggaran sebesar Rp.450 juta bersumber dari Dana Desa (DD).

“Semoga pemerintah daerah dapat mendukung program kami ini. Karena tanpa dukungan dari pemerintah kami tk bisa berbuat apa-apa. Insya Allah bulan depan semuanya sudah rampung dan dapat dikunjungi wisatawan. Semoga wisata ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Palo,” tutupnya. (wan).

Komentar