oleh

Tambang di Desa Kusubibi Jadi Lumbung Ekonomi Masyarakat

-ADVERTORIAL-1.019 views

LABUHA – Di tengah mewabahnya coronavirus (Covid-19) akhir-akhir ini sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Pemerintah Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menjadikan tambang rakyat sebagai lumbung perekonomian masyarakat.

Tambang emas yang beroperasi kurang lebih 4 bulan ini mempekerjakan kurang lebih 6000 orang masyarakat Halsel maupun Maluku Utara pada umumnya.

Dari penelusuran lintasMalut.co.id, Rabu, (22/4/2020) terlihat ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan mulai dari areal perkampungan hingga ke lokasi tambang dengan berjualan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) warung makan dan pedagang asongan. Harga yang mereka jual berfariasi sesuai kebutuhan pokok hidup para pengusaha tromol, penambang maupun pengunjung yang datang ke Desa Kusubibi.

Seorang PKL asal Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan, Riazan H. Hamzah, saat temui mengatakan, dirinya merasa bersyukur dengan adanya tambang emas. Ia mengaku bisa membantu menghidupi keluarganya.

“Alhamdulillah, dengan tambang emas ini saya bisa bantu-bantu ekonomi keluarga dengan penghasilan per-hari Rp 350 ribu sampai Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Pelabuhan speedboat Desa Kusubibi

Sementara pemilik warung makan mengaku, pendapatan dengan hanya menjual makan minun serta menyediakan Kopi bisa meraup keuntungan Rp 2 juta hingga 3 jutaan setiap harinya.

Tidak hanya penjual makanan maupun PKL, tukang ojek pengangkut barang dari pelabuhan Kusubibi ke lokasi tromol yang berjarak kurang lebih 2 kilo meter mengaku pendapatan dalam sehari bisa mencapai Rp 500 ribu.

Sebut saja Pupung, warga Malifut, Kabupaten Halmahera Utara ini mengakui sejak lokasi tambang emas ini di buka pendapatan sebagai tukang ojek selama tiga bulan mencapai Rp 40 juta.

“Saya sudah 3 bulan disini, dan saya hanya mengandalkan kendaraan roda dua untuk mengangkut barang para penambang maupun pengunjung yang datang ke lokasi tambang. Bermodal motor ini saya bisa capai Rp 40 juta hanya dalam waktu 3 bulan,” akunya.

Penjual pakaian di Desa Kusubibi

Terpisah, Kepala Desa Kusubibi Muhammad Abd Fatah mengatakan, sebagai Pemerintah Desa dirinya merasa bersyukur memberikan lahan pekerja bagi masyarakat Maluku Utara pada umumnya dan masyarakat Halsel khususnya.

“Meskipun tambang emas masi dalam pengurusan WPR dan IPR, akan tetapi sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk mencari rezeki dalam menyambut Ramadhan,” katanya.

Ia menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, seluruh perekonomian di Halsel mulai dari harga Bahan Pokok (Bapok) hingga kebutuhan lainnya terasa sampai ke pelosok Desa.

“Maka tambang emas di Desa Kusubibi adalah jawaban dari keresahan masyarakat demi memenuhi kebutuhan jelang Ramadhan,” pungkasnya. (BR)

Komentar