oleh

Tanggapi laporan Santrani Abusama, Zainal: Kita Inginkan Transparansi Demokrasi

Zainal Ilyas (Foto:Istimewa)

TERNATE – seorang aktivis gerakan Zainal Ilyas dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Malut, Rabu (7/8).

Alan sapaan akrab Zainal Ilyas dilaporkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku Utara (Malut) Santrani Abusama soal pencemaran nama baik dan fitnah saat aksi demonstrasi dilaksanakan oleh Front Peduli Anti Korupsi (FPAK) beberpa waktu lalu yang dimotori Alan terkait proyek pembangunan Gedung PKK, Landmark dan Gedung Graha Cinta yang diduga fiktif.

Menanggapi laporan tersebut, Alan menjelaskan, seluruh poin-poin baik pernyataan sikap, laporan maupun orasi yang disampaikan saat aksi demonstrasi itu merupakan asas praduga tak bersalah.

“Makanya dalam poin itu kita sebutkan diduga dan diindikasikan, soal tuduhan yang di alamatkan kepada Santrani selaku Kadis Perkim karena ada jabatan yang melekat pada beliau,”jelasnya kepada media ini, Kamis (8/8).

Dikatakan, soal dirinya bersama Sadam. Korlap FPAK yang dilaporkan, Ia juga akan melaporkan balik terkait pengancaman oleh sejumlah preman yang diduga diarahkan orang-orang tertentu.

“Kita akan laporkan resmi ancaman ini, sehingga proses demokrasi di Malut ini berjalan itu tanpa ada tekanan dan Intervensi, kita menginginkan adalah suatu transparansi demokrasi. Kalau memang yang kita dugakan kemudian itu tidak terbukti, itu dibuktikan melalui penegak hukum, kan kita sudah laporkan resmi di Krimum kita menunggu adalah proses,”katanya.

Direktur Lembaga Pengawasan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (LPP Tipikor) Malut ini juga menegaskan, pihaknya selaku lembaga Ormas didalam peraturan pemerintah baik Ormas berdiri atas badan hukum maupun tampa memiliki badan hukum memiliki kewenangan dan wajib melakukan penyampaian pendapat didepan umum, baik dalam bentuk demonstrasi maupun unjukrasa.

“Dalam unjukrasa ini kita sampaikan berdasarkan realitas yang kita miliki bahwa patut diduga dan diindikasikan pekerjaan tersebut itu fiktif. Kalau kemudian dinyatakan bahwa apa yang kami tuduhkan itu tidak benar kami menunggu proses dari Krimsus atas proses penyidikan dan pemeriksaan,” pungkasnya.

“Ini ada jabatan yang melekat, asas praduga tak bersalah, kita tidak menudu langsung, tetapi kita sebutkan dalam orasi maupun didalam surat pernyataan sikap dan laporan. Diduga dan diindikasikan itu berarti bahwa kami bukan menuduh tapi kita sangkakan, kita menduga dalam proses dugaan dan indikasikan itu harus dibuktikan oleh aparat penegak hukum,”sambungnya.

Alan juga menambahkan, pihaknya akan melakukan gerakan selanjutnya terkait dugaan dan indikasi sejumlah pekerjaan yang ada di Perkim.

“Bukan hanya yang kemarin kami teriakin. tapi ada sejumlah pelanggaran yang terjadi diluar dari Sofifi termasuk pembangunan perumahan, ada sejumlah pelanggaran yang kita tidak bisa sebutkan. Intinya gerakan berikut itu kita akan menyampaikan seluruh secara mendetail pelanggaran di Perkim,” tandasnya. (Lan)

Komentar