oleh

Terkait Harga Kopra, Gubernur Kembali Janji Hadirkan Investor

-EKONOMI-38 views

TERNATE, Lintasmalut.net – Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba berjanji memasukan Investor untuk mengatasi anjloknya harga kopra di Provinsi Maluku Utara, kehafiran para pengusaha tersebut bukan hanya membeli harga kopra dengan harga Rp 5.000/kg. Namun juga mentransfer ilmu kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan proses pengolahan kelapa menjadi minyak, dengan penghasilan dua kali lipat dari pendapatan pengolahan kopra.
Hal itu berdasarkan hasil kunjungan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, ke sejumlah pengusaha pembeli kopra yang ada di Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta.

“Berhari-hari kita menghadapi aksi mahasiswa berkaitan turunnya harga kopra, sehingga sangat penting untuk bertemu dengan beberapa teman-teman pengusaha kelapa di Jakarta, Surabaya, dan hari ini di Yogyakarta” ungkap Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba, melalui video yang direkam di Yogyakarta dan disebarkan di media sosial (Medsos) Selasa (27/11/2018).

Dia mengatakan, ternyata mereka sangat memperhatikan masalah kopra di Malut, karena itu mereka akan membantu dan membeli harga kopra dengan harga Rp. 5.000/kg.

yang lebih penting kiranya Kata Gubernur Abdul Gani Kasuba bahwa, PT. Krembel Idjo Yogyakarta, mereka bukan hanya menetapkan harga Rp 5 ribu/kg. Tapi dengan berbagai macam ilmu. “Nantinya buah kelapa akan disulap menjadi kebutuhan lain, tidak hanya kopra agar masyarakat bisa diberdayakan,”ujarnya

Mereka butuh waktu satu hari saja, untuk memberikan pemahaman kepada para petani kelapa, sehingga masyarakat lebih mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah, sehingga mohon kiranya agar bersabar dan berikan kepercayaan penuh ke Pemprov untuk mengatasi.

Sementara perwakilan dari PT. Krembel idjo Yogyakarta, Sujani Bolosono mengatakan, rencana ke Malut Bersama Gubernur, tidak sekedar membeli kopra dengan harga Rp 5.00/kg. Tapi akan mentransformasi ilmu kepada petani kopra dan kelapa bagaiman cara mengelola kelapa dalam waktu tidak terlalu lama sekitar 8 jam sudah bisa menjadi minyak kelapa.

“kami tidak hanya sekedar menyelesaikan persoalan sesaat, akan lebih banyak persoalan jangka panjang nilai produk kelapa,”singkatnya (mtg)

Komentar