oleh

Terkait Korban Kecelakaan Kapal Tongkang, Ini Penjelasan PT. ADT

Kapal Tongkang yang mengalami kecelakaan (Foto:As/lintasmalut.co.id)

TALIABU – Terjadinya kecelakaan Laut (Laka Laut) hingga memakan korban jiwa pada saat melakukan pengapalan hasil explorasi tambang biji besi di PT. Adidaya Tangguh (ADT) (26/6/2019).

pihak PT. ADT memberikan penjelasan terkait kajadian yang memakan korban jiwa itu terjadi di perairan pulau Samada, satu unit kapal tongkang support 12 milik PT WHS dengan muatan 4900 ton biji besi yang ditarik Tugboat TB Prime 16 tiba-tiba terbalik, diatas tongkang terdapat 5 orang ABK dan semuanya merupakan karyawan WHS bukan karyawan dari ADT.

melalui Human Resources Departement (HRD) PT. ADT Kus Hadi Yahya menjelaskan, kelima ABK yang berada di atas tongkang itu bertugas sesuai dengan tugasnya masing – masing sebagai mualim II, juru mudi dan juru masak, selain memuat biji besi yang menumpuk membentuk semacam gunung, tongkang juga memuat satu unit Buldozerd dan satu mobil tangki BBM berkapasitas 3KL.

“Ketika tongkang bergerak sekitar dua mil meninggalkan pelabuhan PT. ADT dan sampai di sekitar pulau Samada mendekati kapal MV. Rego untuk pemuatan tepatnya pukul 16. 50 WIT, dalam waktu yang sangat cepat tanpa diketahui. Tumpukan biji besi itu tiba-tiba longsor dan bergerak cepat ke bagian kanan tongkang,”jelasnya dalam press release yang diterima lintasmalut.co.id via pesan WhatsApp, Minggu (30/6/2019) pukul 09.35 WIT.

Dikatakan, akibat dari longsor biji besi itu tongkang langsung kehilangan keseimbangan dan terbalik ke arah depan kanan, biji besi di atasnnya tumpah ke laut sehingga dari 5 ABK karyawan PT WHS yang bertugas dibagian kiri tongkang itu semuanya terpental ke arah kanan bagian tongkang dan masuk kelaut termasuk dozer dan mobil tangki.

“Setelah mengetahui tejadinya kecelakan langsung menurunkan tim Emergency Reaspond Team, tim medis dan security bekerja sama dengan tim syahbandar, polairud, basarnas dan masyarakat mereka berkoordinasi dan saling mendukung untuk melakukan pencarian,”ujarnya.

Karena kondisi alam yang kurang bersahabat saat menjelang malam. Sambung Hadi, dua ABK yang jatu ke laut dan hilang itu sulit ditemukan, tetapi pencarian terus dilakukan hingga keesokan harinya kamis (27/06) sekitar pukul 12.37 WIT, satu ABK di temukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan jenazsa sudah diserahkan kepada kelaurganya, sementara satu ABK lainya lagi yang hilang terus dalam pencarian dan Sabtu (29/6) kemarin sekira pukul 09.00 WIT berhasil di temukan dalam keaadaan sudah tidak bernyawa lagi.

“Dari tiga ABK lainya yang jatuh ke laut dan ditemukan, satu orang keaadaanya luka parah, kaki kanan sebatas lutut putus dan tangan kiri bagian lengan juga putus, ABK yang luka parah ini langsung di evakuwasi ke luwuk setelah mendapat perawatan dari tim medis klinik PT ADT,”ucapnya.

Hadi menyebut, staus kecelakaan tersebut bukanlah kecelakan tambang melainkan kecelakaan transportasi laut yang terjadi diluar area Ijin Usaha Partambangan (IUP) PT ADT.

“Atas terjadinya kecelakaan tersebut, PT WHS telah melapor kepada Pemerintah melalui Syahbandar dan diharapkan melalui investigasi yang akan dilakukan atas penyebab kecelakaan dapat diketahui secepatnya,”pungkasnya.

“Kami dari pihak managemen dan seluruh karyawan PT. ADT turut berbela sungkawan atas kejadian ini dan turut berduka cita yang sedalam dalamnya semaoga tuhan yang maha esa memberi mereka tempat terbaik disisinya, bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan lahir dan batin,”tutupnya. (As)

Komentar