oleh

Tidore Juga Dihebokan Kegiatan Bertujuan Pemurtadan Terhadap Anak-anak Muslim

Barang bukti berupa kue krispi yang tertulis Indonesia diselamatkan dari YGMDM

TIDORE, Lintasmalut.net – Tidore Kepulauan (Tikep) Provinsi Maluku Utara (Malut) dihebohkan ada gerakan pendangkalan aqidah Islam, dengan tujuan pemurtadan terhadap anak-anak muslim di Tikep, yang dilakukan sekelompok minoritas mengatas namakan Yayasan Garda Mencegah Dan Mengobati (YGMDM).

Kegiatan yang berlabel sosial, kemanusiaan dan festival kebhinekaan dikemas dalam bentuk Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pergaulan Bebas, bagi siswa-siswi SD hingga SMA dan sederajat ini, telah disusupkan kegiatan agama tertentu.

Informasi yang dihimpun Lintas Malut Jumat, (1/3/2019) ditemukan bahwa Kegiatan yang sama persis dengan kegiatan Yayasan Barokah Surya Nusantara yang berkedok Yayasan dan Lembaga Anti Narkoba yang melakukan misi terselubung di Kabupaten Pulau Mortai. YGMDM juga terahir di ketauhui mensosialisasikan terkait dampak negatif dari Narkoba. Namun diakhir kegiatan anak-anak dibagikan kue krispi bertulisan Indonesia Sejahtera dan Roti hidup serta kopi ABC, POP Mie, dan minuman ale-ale berlogo yan sama dibagikan YBSN di Pulau Morotai.

Hal yang sama laporan dari salah satu siswa SD Negri Tomagoba Kecamatan Tidore, Rajak Noho bawa dari pihak yayasan juga sempat membagi-bagikan buku pensil dan stiker larang Narkoba.

Barang bukti kue krispi tertulis Indonesia Sejahtera dari YGMDM

“Kami dibagikan Roti hidup dan kopi ABC bungkus kecil, Minum ale-ale, POP Mie, kripi, kue kering,” Singkat Rajak.Atas pengakuan ini sehingga timbul kecurigaan di masyarakat, karna Roti Hidup yang di bagikan sama persis dengan Roti Hidup yang dibagikan kepada 500 siswa di kabupaten pulau Morotai. Sementara barang bukti Roti hidup dan kopi ABC bungkus kecil, kue kering, minuman ale-ale, POP Mie, sudah diserahkan ke pihak BNN guna mengidentifikasi kandungan dari makanan ringan tersebut.

Selain itu Informasih yang dihimpun Lintas Malut, juga menyebutkan penyuluhan yang dilakukan YGMDM disejumlah Sekolah di Tikep tersebut mencatut nama BNN Provinsi dan BNN Pusat serta mendapat izin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tikep Ismail Dukomalamo.

Sementara itu Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Tikep Ismail Dukomalamo saat dimintai keterangan membenarkan atas izin yang dikeluarkanya, bahwa terkait Izin, bahwa saya memberikan rekomundasi atau izin untuk penyuluhan itu benar, karena saya juga tertarik dengan penyuluhan tentang Narkoba karna kita sama-sama ketahui bahwa sekarang ini pengaruh Narkoba dikalangan remaja hususnya siswa sangat besar, namun tanpa diketahui dibalik itu pihak YGMDM memiliki misi terselubung untuk pemurtadan,” Terang Ismail.

Bukti Surat izin yang dikeluarkan Kadikbud Tikep Kepada YGMDM

“Para misionaris tersebut datang dan meminta izin guna penyuluhan ke sekolah – sekolah, dengan cara_cara yang sangat meyakinkan dan saya katakan, penyuluhan terkait narkoba, seharusnya ke BNN dulu, namun mereka mengatakan, kami dengan BNN tersebut ibarat satu rumah, dan kami suda berkoordinasi dengan BNN pusat, BNN Provinsi dan Diknas Provinsi, sehingga saya memberikan rekomendasi untuk penyeluhan,” Cerita Kadikbud Ismail Dukomalamo.(Mh/red)

Komentar