oleh

Tiga Tahun Diserang Diare, Dinkes Taliabu Akhirnya Tetapkan Limbo Desa Siaga

Kadis Kesehatan Taliabu, Kuraisiyah Marsaoly (Foto:As/lintasmalut.co.id)

BOBONG – Pemerintah Daerah Kabupaten Pula Taliabu (Pultab), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Taliabu akhirnya menetapkan Desa Limbo, Kecamatan Taliabu Barat, sebagai Desa siaga. Hal ini menyusul dengan adanya penyakit Diare yang sempat menyerang Desa Limbo berturut-turut selama kurun waktu tiga tahun.

“Tiga tahun berturut-turut Desa Limbo di serang diare, hingga itu kami Pemda bersam Dinas Kesehatan menetapkan Desa limbo sebagai desa siaga, kami akan lebih focus memberikan sebuah pelayanan yang maksimal terhadap Desa ini sehingga tidak lagi adanya Diare di sana,”ungkap Kepala Dinas Kesehatan Taliabu Kuraisiyah Marsaoly kepada lintasmalut.co.id, Minggu (14/7/2019).

Dikatakan, terjadinya Diare di Desa Limbo masuk pada daftar Kejadian Luar Biasa (KLB), bahkan telah memakan korban jiwa, hal itu di buktikan dengan adanya kematian akibat diare pada tahun 2016 dan 2017, sedangkan di tahun 2018 angka kesakitan masih ada akibat Diare meskipun sudah berkurang.

“Kematian Diare ini sudah masuk dalam daftar KLB, untuk 2016 itu dua anak meningal akibat diare, begitu juga dengan tahun 2017 dua orang anak meninggal dunia akibat diare, sedangkan tahun 2018 angka kematian tidak sempat terjadi dan terlihat indapan penyakit diare pun menurun, hingga itu kami bersama Pemda Taliabu menetapkan limbo sebagai Desa siaga,”katanya.

Dengan menetapkan Desa limbo sebagai Desa siaga. Lanjut Kuraisiyah Marsaoly, Dinkes akan lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan, selain memfungsikan Bidan dan Mantri Desa, pihak Dinkes bekerja sama dengan anggota dan pengurus PKK Desa limbo, hal ini dimaksudkan untuk melakukan pelayanan penyuluhan dan memberikan pemahaman akan pentignya pola hidup bersih sehat.

“Dalam penanganan masalah ini tidak kami lakukan sendiri, namun pihak PKK pun kami libatkan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya pola hidup sehat. Atas dasar ini, tentunya akan sangat bermanfaat untuk bagaimana masyarakat selalu menjaga lingkungan yang harus terus bersih termasuk pola makanya agar terhindari dari wabah penayakit Diare, ”pungkasnya.

Menurut Kuraisiyah, langkah bersih lingkungan dan pola hidup sehat tidak hanya berimbas pada adanya pengantisipasian wabah diare, akan tetapi secara keseluruhan peyakit dapat bisa di hindari termasu Malaria, Frosstat TB.

“Harus dipahami bahwa pola hidup bersih sehat ini sangatlah peting, untuk menghindari semua penyakit termasuk malaria, frostat dan TB, sehingga masyarakat bisa memahami betul bahwa pola hidup sehat bersih itu harus dijaga dan dilakukan dengan secara baik,” tutupnya. (As)

Komentar