oleh

Tim Satgas Covid-19 Halsel Kecolongan, Daud Djubedi “Murka” Kinerja Petugas di Rusunawa

HALSEL – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) saat ini memiliki 35 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Penambahan kasus ini setelah Gugus Tugas Provinsi mengumunkan penambahan 24 kasus baru di Provinsi Malut hari ini, Jum’at (26/6/2020). Dimana 7 kasus diantaranya berasal dari Kabupaten Halsel.

Sebelumnya, Kamis (25/6/2020) di Halsel juga bertambah 15 kasus positif Covid-19. Dari tambahan 15 kasus itu, dua diantaranya adalah pelaku perjalanan dari ternate.

Ironisnya, salah satu pelaku perjalanan inisial IA (29) tahun saat ini tidak lagi berada di lokasi karantina di Panambuang namun telah kembali ke Ternate.

Informasi yang dihimpun lintamalut.co.id, IA diketahui telah berada di Ternate beberapa hari sebelum hasil swab positifnya diterima Gugus Halsel.

Sekretaris Gugus tugas Covid-19 Halsel, Daud Djubedi saat dikonfirmasi membenarkan terkait keberadaan IA di Ternate.

“Iya memang benar, saya kemarin terima laporan kalau dia sudah di ternate sebelum hasil swabnya keluar,” ungkapnya.

Meski begitu daud menegaskan, keluarnya IA dari Rusunawa atas permintaan penjamin dengan ketentuan menjalani karantina mandiri.

“Keluarnya dengan penjamin, tandatangani pernyataan dan di pernyataan itu jelas harus karantina mandiri tidak boleh tidak karena kalau kedapatan tidak karantina mandiri gustu bisa jemput lagi untuk karantina di rusunawa,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gustu Provinsi untuk bisa melakukan tracking keberadaan IA dan segera diisolasi.

“Saya sudah sampaikan notifikasi ke gugus provinsi dan diteruskan ke gugus kota agar dia bisa dijemput, hanya saja kami belum terima infornasi balik dia sudah ditemukan atau belum,” terangnya.

Mantan kabag humas ini juga menyayangkan tindakan IA yang keluar dari lokasi karantina sebelum diketahui hasil swabnya apakah negatif atau positif corona.

“Kami paham, mereka mungkin jenuh lama dikarantina, tetapi sudah konsekuensi begitu, makanya nanti mereka yang bertugas di lokasi karantina saya akan perintahkan untuk tidak mengeluarkan orang yang dikarantina siapapun dia sebelum hasil swabnya diterima dan memang dari awal saya tidak pernah ijinkan orang yang sudah dikarantina dikeluarkan sebelum hasil swab tesnya keluar,” tandasnya.

“Ini memang satu tindakan yang kami sesalkan, saya tegaskan kembali di rusunawa maupun di tempat karantina lain tidak boleh mengeluarkan orang yang belum pasti hasil pemeriksaannya walau ditekan bagaimanapun,” tambahnya. (Bar)

Komentar