oleh

Tinjau Proyek Provinsi, Ester Tantri “Semprot” Kadis PUPRKP Kepsul

SANANA, LM – Kunjungan Kerja pelaksana tugas ( Plt ) Kepala Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) Kabupaten Kepulauan Sula, Syamsul Soamole di lokasi pembangunan jalan ruas jalan Provinsi Maluku Utara di Kecamatan Sulabesi Barat beberapa hari lalu mendapat sorotan pedas dari Anggota DPRD Provinsi Malut dapil V Sula-Taliabu, Ester Tantri.

Anggota DPRD Malut, Ester Tantri

Politisi Demokrat ini ( Ester Tantri ), mempertanyakan maksud dan tujuan dari kunjungan kerja Kepala Dinas PUPRKP Kepsul ke lokasi pembangunan jalan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Malut.

“Batamila (Bodoh), dia turun cek jalan itu, dia punya kapasitas apa ?. Terus, dia mau buat bagaimana ?, sementara ruas jalan itu pekerjaan Provinsi,” tuturnya saat diwawancarai oleh wartawan, Rabu ( 25/8/2021).

Lanjut Ester, ruas jalan Provinsi Maluku Utara di Kecamatan Sulabesi Barat telah dikerjakan sepanjang 5 kilo berupa sirtu dari Desa Fokalit sampai ke Desa Paratina.

“Kami terus mengawal,” tegasnya.

Pekerjaan lanjutan, tambah Ester, setelah dilakukan pengecekan ke Dinas PUPR Provinsi Malut. Ditemukan, bahwa perencanaan pembangunan jalan hanya mencapai 2 kilo meter.

“Setelah melihat hanya ditambahkan 2 kilo meter, maka saya pun meminta kepada PUPRKP dan Bappeda kalau boleh tambah 5 kilo sudah biar pekerjaan lanjutannya bisa sampai ke Desa Nahi dan Desa Ona sehingga saudara kita di Sulabesi Barat jangan terlalu setengah mati,” tambahnya.

Meski telah diminta, Ester mengaku, permintaan itu akan dipertimbangkan karena anggaran masih difokuskan kepada penanganan Covid-19.

“Apabila Covid-19 ini sudah redah dan anggaran dari Pusat sudah tidak di refocusing, maka bisa ditambahkan. Namun, kalau Covid-19 masih belum redah maka mohon maaf, kami hanya bisa menambah 2 kilo karena di Kabupaten yang lain juga perlu,” jelas Ester mengutip pernyataan pihak Pemprov Malut.

“Kebutulan saya di Komisi III yang membidangi itu, jadi saya terus mengawal lanjutan pekerjaan ruas jalan itu,” sambungnya.

Untuk itu, Ester tegaskan, masyarakat jangan mudah mempercayai isu murahan terkait pembangunan jalan yang ditangani Provinsi Malut.

“Jadi bilang sama dia, jangan biking bodoh masyarakat, dia turun cek jalan itu, terus dia mau ambil anggaran dari mana untuk perbaiki jalan itu ?. biking bodoh masyarakat saja ini. Jangan terlalu buat pencitraan,” semprotnya. ( Eky )

Komentar