oleh

Transmisi Lokal Generasi Ketiga, Petugas Medis di Pintu Masuk Ditarik

TIDORE – Terhitung sejak tanggal 1 Juli 2020, petugas medis yang bertugas disetiap pintu masuk Kota Tidore Kepulauan untuk melakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap orang yang datang ke Kota Tidore Kepulauan resmi ditarik ke wilayah kerjanya masing-masing.

Hal ini diakui Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Tikep, Saiful Salim. “Iya, sudah tidak jaga lagi terhitung mulai 1 Juli 2020,” katanya ketika dikonfirmasi, Jum’at (3/7/2020).

Ipul panggilan akrab Ketua PPNI Kota Tidore itu menyebut, petugas medis yang berjaga disetiap pintu masuk ini ditarik guna untuk lebih mengefektifkan pemantauan wilayah di masing-masing wilayah kerja Puskesmas, karena saat ini Kota Tidore sudah masuk dalam transmisi lokal generasi ketiga. “Sudah tidak efektif jaga pintu masuk, karena sudah transmisi lokal generasi ketiga,” ujarnya.

Ditanya terkait dengan insentif petugas medis, kata Saiful, pihak Kesehatan hanya mengaloksikan anggaran bagi petugas medis yang bertugas di pintu masuk hanya sampai pada bulan Juni.

“Untuk penganggaran di pintu masuk jaga, kesehatan anggarkan cuma sampai bulan Juni 2020,” ungkapnya.

Meski para petugas ditarik, bagi setiap orang yang datang ke Kota Tidore harus menunjukkan identitas berupa KTP serta memakai masker saat berada di areal pelabuhan masi diberlakukan sesuai dengan Perwali Nomor 19 Tahun 2020, yang mengatur tentang protokol kesehatan.

“Perwali masih berlaku, protokol kesehatan tetap jalan, Perwali Nomor 19 Tahun 2020 juga idak mencantumkan terkait dengan petugas medis harus melakukan penjagaan di pelabuhan atau pintu masuk,” pungkasnya. (Tox)

Komentar